Imam Fauzan, Anak Politisi yang Langsung Melompat ke Sekjen PPP

Jumat 03-10-2025,19:27 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, Semaraknews.co.id – PPP lagi-lagi bikin drama panjang. Setelah Kemenkumham resmi mengesahkan kepengurusan kubu Muhammad Mardiono, muncul wajah baru di jajaran elit, yakni Imam Fauzan Amir Uskara. Di usia baru 28 tahun, Ketua DPW PPP Sulsel ini langsung loncat jadi Sekretaris Jenderal DPP PPP periode 2025–2030. Kariernya ngebut, kayak naik tol layang.

Mardiono bilang penunjukan Imam adalah bagian dari regenerasi partai. “Kader-kader muda nanti sebagai regenerasi ya,” katanya kepada wartawan di Jakarta, Kamis malam, 2 Oktober 2025. Pesannya jelas, PPP mau tampil muda, walau konflik internalnya masih bau anyir politik jadul.

Imam mengaku penunjukannya sudah sesuai SK pemerintah. Pengumuman dirinya sebagai sekjen bahkan disampaikan langsung setelah Menteri Hukum Supratman Andi Agtas mengesahkan kepengurusan PPP kubu Mardiono di DPR. Jadi, kalau ada yang bertanya “legit enggak sih Imam?”, jawabannya, sah menurut negara.

Soal arahan, Imam mengaku tak diberi instruksi spesifik. “Saya diminta membantu Pak Mardiono dari sisi administrasi serta memaksimalkan potensi suara generasi muda ke depannya,” ujarnya kepada wartawan pada Jumat, 4 Oktober 2025. Tugasnya terdengar kalem, tapi beban politiknya jelas berat karena bikin PPP yang retak jadi tetap kelihatan rapi di mata pemilih muda.

BACA JUGA:Prakiraan Cuaca MotoGP Mandalika 2025, BMKG Ungkap Informasinya

Imam sendiri bukan orang asing di lingkaran PPP. Ia anak dari Amir Uskara, politikus senior yang pernah jadi Wakil Ketua Umum PPP dan anggota DPR selama dua periode.

Amir punya catatan panjang, dari Sekretaris Fraksi PPP, lalu Ketua Fraksi, sampai akhirnya duduk di kursi Wakil Ketua MPR setelah Arsul Sani cabut jadi Hakim Konstitusi. Jadi kalau ada yang bilang Imam dapat “jalur fast track”, jelas karena darah politiknya udah kental sejak kecil.

Riwayat Imam lumayan internasional. Kuliah di James Cook University Singapore, jurusan bisnis internasional, plus aktif di PPI. Pulang kampung, dia nyemplung ke HIPMI Sulsel.

Tahun 2019, anak Gowa ini berani maju di pileg dan sukses duduk di DPRD Sulsel. Bahkan di umur 23 tahun, ia sudah jadi Ketua Fraksi PPP, rekor muda banget untuk ukuran politik daerah.

BACA JUGA:Pernyataan Sikap BEM PTNU Se-Nusantara: Produksi Padi Tinggi Bukan Jaminan Kedaulatan Pangan

Ambisinya pernah diarahkan ke Pilkada Gowa 2024. DPP PPP sudah kasih rekomendasi, tapi rencana buyar karena sang ayah, Amir, maju sendiri jadi calon bupati.

Sayangnya, Amir kalah tipis dari pasangan Sitti Husniah–Darmawansyah Muin. Dari situ kelihatan, keluarga Uskara bukan cuma main di lingkaran partai, tapi juga siap bertarung langsung di panggung pilkada.

Sekarang, PPP memang lagi sakit kepala karena dualisme. Kubu Mardiono sudah dapat restu Kemenkumham, sementara kubu Agus Suparmanto tetap ngeyel merasa sah jadi ketua umum.

Imam pun lahir sebagai sekjen di tengah pusaran tarik-menarik dua kubu ini. Bedanya, kali ini statusnya sudah “legal” lewat palu pemerintah.

Kategori :