UI Resmi Buka Jurusan AI, Calon Mahasiswa Siap Ngoding Sama Robot

Sabtu 04-10-2025,11:35 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, Semaraknews.co.id – Universitas Indonesia akhirnya resmi ikut masuk gelanggang kuliah kecerdasan buatan. Fakultas Ilmu Komputer UI bakal membuka program studi sarjana kecerdasan artifisial setelah Senat Akademik mengesahkan rencana itu pada 3 Oktober 2025.

Di situs resminya, UI menyebut prodi baru ini disiapkan untuk mencetak inovator dan profesional AI yang bukan cuma jago coding, tapi juga bisa bersaing di level global sambil tetap punya kontribusi nyata untuk pembangunan negeri. 

Mahasiswa nanti akan dibekali pondasi matematika yang kokoh plus keterampilan teknologi paling mutakhir.

Kurikulumnya tidak main-main. Ada mata kuliah wajib seperti AI product design, AI ethics, sampai generative AI. Pilihannya lebih beragam, dari AI databases sampai reinforcement learning.

BACA JUGA:Shell, Vivo, BP Bisa Impor BBM Lagi Tahun Depan, Bagaimana Nasib Konsumen? Begini Kata ESDM

Jadi, bukan sekadar tahu teori, tapi juga paham cara menerapkan teknologi ini dalam produk nyata, bisnis, bahkan urusan etika yang sering bikin ribut.

UI juga menyiapkan mahasiswa agar luwes di lapangan. Mereka akan dilatih dalam AI modeling, AI system engineering, dan diarahkan membuat teknologi yang tetap berpusat pada manusia. 

Singkatnya, bukan AI yang bikin manusia tersisih, tapi AI yang dirancang biar hidup manusia lebih gampang.

UI tentu bukan pemain tunggal. ITS sudah punya sarjana rekayasa kecerdasan artifisial. Binus dan UPH juga lebih dulu memajang program Artificial Intelligence di katalog mereka.

BACA JUGA:Calvin Verdonk dan Lille Permalukan AS Roma di Liga Europa 2025-2026

Ada pula Universitas Komputer Indonesia serta Unair dengan versi robotika dan kecerdasan buatan, meski formatnya beda jalur.

UI menargetkan penerimaan mahasiswa baru untuk program ini dimulai tahun akademik 2026/2027. Harapannya, langkah ini bisa memperbanyak stok talenta digital di Indonesia.

Industri lagi butuh banyak anak muda yang bisa ngomong sama mesin tanpa bikin manusianya merasa kalah cerdas.

Kategori :