Shell, Vivo, BP Bisa Impor BBM Lagi Tahun Depan, Bagaimana Nasib Konsumen? Begini Kata ESDM

Shell, Vivo, BP Bisa Impor BBM Lagi Tahun Depan, Bagaimana Nasib Konsumen? Begini Kata ESDM

SPBU Shell-ilustrasi-berbagai sumber

SEMARAKNEWS.CO.ID - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan bahwa badan usaha stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta, seperti Shell, BP, Vivo, dan lainnya, dapat kembali melakukan impor bahan bakar minyak (BBM) secara mandiri pada tahun depan.

Kepastian ini disampaikan langsung oleh Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, Senin (30/9/2025).

Menurut Yuliot, kebijakan pembelian base fuel atau BBM murni dari Pertamina yang diberlakukan saat ini bukan berarti SPBU swasta dilarang mengimpor.

Hanya saja, kuota impor yang diberikan kepada mereka untuk tahun ini sudah habis. Sementara itu, Pertamina masih memiliki sisa jatah impor dari alokasi pemerintah sejak awal tahun.

BACA JUGA:Zizi Kirana Dikabarkan Diculik Tentara Israel saat Misi Kemanusiaan ke Gaza, Pesan Terakhir untuk Keluarga Bikin Haru

“Untuk tahun depan ini sesuai dengan berapa alokasi yang diberikan kepada badan usaha, badan usaha bisa melakukan impor kembali sesuai dengan alokasi yang diberikan kepada mereka,” jelas Yuliot.

Kuota Impor BBM Tahun Ini Sudah Ditambah 10%

Pemerintah sebelumnya sudah menambah kuota impor BBM sebesar 10% untuk seluruh SPBU pada 2025. Sayangnya, tambahan tersebut tidak cukup lama bertahan karena cepat habis digunakan oleh SPBU swasta. Itulah sebabnya, mereka saat ini diminta membeli pasokan dari Pertamina.

“Ya, karena Pertamina masih tersedia alokasinya makanya kita minta pengadaannya itu B2B dengan perusahaan [swasta],” tambah Yuliot.

Meski begitu, Kementerian ESDM menegaskan bakal melakukan evaluasi ulang untuk kuota impor BBM tahun depan. Nantinya, alokasi akan disesuaikan untuk masing-masing badan usaha.

Dengan begitu, SPBU swasta tetap bisa mengatur sendiri pasokan mereka tanpa bergantung penuh pada Pertamina.

“Badan usaha bisa melakukan impor kembali sesuai dengan alokasi yang diberikan kepada mereka, jadi ini tidak seterusnya. Nanti akan ada alokasi untuk masing-masing, jadi nanti mereka akan lakukan impor sendiri,” jelas Yuliot.

SPBU Swasta Masih Belum Sepakat Beli BBM dari Pertamina

Di sisi lain, pemerintah menyadari bahwa tidak semua SPBU swasta siap membeli base fuel dari Pertamina. Menurut Yuliot, hal tersebut sepenuhnya merupakan keputusan bisnis antar perusahaan yang tidak bisa dipaksakan pemerintah.

“Jika tidak bersedia, pemerintah tidak bisa memaksa juga karena itu prosesnya B2B,” tegasnya.

Hal senada disampaikan oleh Dirjen Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman. Ia mengakui stok BBM di sejumlah SPBU swasta saat ini kosong lantaran negosiasi antara mereka dan Pertamina masih berlangsung.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya