“Kebebasan berekspresi bukan berarti bebas menghina. Siapa pun yang merendahkan kiai dan pesantren berarti menghina fondasi moral Indonesia. Jika media terus melakukannya, rakyat akan kehilangan kepercayaan,” lanjutnya.
Gus Wal menilai persoalan ini bukan hanya soal satu stasiun televisi, tetapi soal pertarungan antara moralitas dan dekadensi nilai. Bila KPI tidak bersikap tegas, ia khawatir lembaga itu akan dianggap ikut menodai kehormatan ulama.
“KPI jangan hanya duduk nyaman di menara gading. Kalau tak mampu menegakkan keadilan untuk para ulama, berarti KPI ikut mempermalukan bangsa,” ujarnya lantang.
Menutup orasinya, Gus Wal menyampaikan pesan kuat yang menggema di antara massa aksi:
“Hari ini kita satukan langkah dan rapatkan barisan! Ulama dan pesantren adalah pelita bangsa. Siapa pun yang berani merendahkan mereka berarti telah menantang rakyat. Bersatu, lawan segala bentuk penghinaan terhadap kiai dan pesantren Nusantara!”