SEMARAKNEWS.CO.ID - Kabar kurang menggembirakan datang dari produsen mobil listrik asal China, BYD (Build Your Dreams).
Perusahaan ini mencatatkan penurunan penjualan sebesar 12% secara tahunan (year-on-year/YoY) pada Oktober 2025.
Menurut laporan Reuters, Sabtu (1/11/2025), BYD hanya mampu menjual 441.706 unit kendaraan bulan lalu, jauh menurun dibandingkan 502.675 unit pada Oktober 2024.
Dalam unggahan di Weibo, seorang eksekutif BYD yang menangani pemasaran dan hubungan masyarakat membenarkan tren penurunan tersebut. “Penjualan Oktober turun 12% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya menjadi 441.706 unit,” tulisnya.
Penurunan Kinerja Keuangan Mulai Terlihat
BACA JUGA:KAI Tambah Perjalanan Kereta Api Selama November 2025
Kinerja keuangan BYD pun ikut terkena dampaknya. Perusahaan melaporkan penurunan laba kuartal ketiga sebesar hampir 33% pada Kamis (31/10/2025).
Bahkan, pendapatan BYD juga tercatat turun 3% untuk kuartal tersebut, penurunan pertama dalam lebih dari lima tahun terakhir.
Hal ini mencerminkan persaingan yang semakin ketat di industri mobil listrik China, terutama dari merek-merek domestik lain yang kian agresif.
Tak hanya Oktober, penurunan tren juga sudah mulai tampak pada September 2025, di mana pengiriman mobil BYD turun 5,5% dari tahun sebelumnya menjadi 396.270 unit. Ini menjadi kontraksi pertama BYD sejak Februari 2024.
Target Penjualan Dipangkas 16 Persen
Dengan kondisi pasar yang melemah, BYD terpaksa menurunkan target penjualannya sebesar 16%, dari semula 5,5 juta unit menjadi 4,6 juta unit untuk tahun 2025.
Meski begitu, pihak manajemen menegaskan langkah ini sebagai bentuk strategi adaptif menghadapi perubahan pasar, dan tetap optimistis bahwa target baru ini merupakan pencapaian yang realistis.
BYD di Indonesia: Mulai Tersalip Chery dan Wuling
Fenomena penurunan penjualan tidak hanya terjadi di pasar global. Di Indonesia, performa BYD juga mengalami kemunduran. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), BYD turun ke posisi ketiga penjualan mobil listrik pada September 2025.
Total penjualan BYD di Indonesia hanya 1.088 unit, merosot tajam 57,53% dibanding bulan sebelumnya yang mencapai 2.562 unit.
Sementara itu, Chery sukses merebut posisi teratas dengan 2.105 unit, disusul Wuling di posisi kedua dengan 1.339 unit.
Model mobil listrik BYD yang beredar di Indonesia antara lain BYD Sealion 7, BYD M6, BYD Atto 3, BYD Atto 1, BYD Seal, dan BYD Dolphin.
Untuk memperkuat posisinya di pasar lokal, BYD saat ini tengah membangun pabrik mobil listrik di Subang, Jawa Barat, yang ditargetkan rampung pada akhir 2025.
Kendaraan Listrik di Indonesia Mulai Dilirik
Meski penjualan BYD menurun, pasar mobil listrik di Indonesia justru terus berkembang.
Data Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat, hingga Juni 2025 sudah ada 207.478 unit kendaraan listrik berbasis baterai yang beroperasi di Indonesia.
Rinciannya meliputi:
-
Bus listrik: 638 unit
-
Mobil barang listrik: 266 unit
-
Mobil penumpang listrik: 77.227 unit
Sementara itu, jumlah kendaraan secara keseluruhan di Indonesia mencapai:
-
140,9 juta sepeda motor
-
20,5 juta mobil penumpang
-
6,5 juta truk dan bus
-
167.000 kendaraan khusus
Namun, jumlah kendaraan listrik tersebut masih jauh dari target pemerintah 2030, yakni 2 juta mobil listrik dan 13 juta motor listrik.
Persaingan Ketat, Pasar Mobil Listrik Semakin Panas
Analis otomotif menilai bahwa penurunan penjualan BYD adalah sinyal bahwa pasar mobil listrik China sudah memasuki fase kompetisi harga yang ekstrem.
Perusahaan seperti Chery, Wuling, dan bahkan Xiaomi Auto mulai agresif mengeluarkan model dengan harga terjangkau, desain futuristik, dan fitur teknologi tinggi.
Namun, BYD diyakini masih memiliki peluang besar, terutama dengan investasi besar-besaran di pabrik baru dan rencana ekspansi ke Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
“BYD tetap punya posisi kuat. Tantangannya hanya soal adaptasi strategi harga dan model yang sesuai pasar,” ujar seorang analis pasar otomotif kepada Reuters.