China Selesaikan Produksi Baterai All-Solid-State 60 Ah+, Jarak Tempuh Mobil Listrik Bisa Tembus 1.000 Km!

China Selesaikan Produksi Baterai All-Solid-State 60 Ah+, Jarak Tempuh Mobil Listrik Bisa Tembus 1.000 Km!

Porsche Hadirkan Teknologi Wireless Charging 11 kW untuk Mobil Listrik---Dok. Porsche Newsroom

SEMARAKNEWS.CO.ID - Industri kendaraan listrik kembali dibuat heboh setelah China mengumumkan keberhasilan menyelesaikan lini produksi baterai all-solid-state 60 Ah+, sebuah teknologi baru yang disebut-sebut mampu melipatgandakan jarak tempuh mobil listrik modern.

Bahkan, jika berhasil masuk ke tahap produksi massal, teknologi ini diproyeksikan membawa mobil listrik melaju lebih dari 1.000 km hanya dengan satu kali pengisian daya.

Terobosan ini menjadi kabar besar bagi konsumen global, terutama mereka yang masih ragu membeli EV karena terbatasnya jarak tempuh dan lamanya charging. Kini, masa depan mobil listrik semakin jelas: lebih aman, lebih efisien, dan tentu lebih jauh.

Apa yang Dimaksud dengan Baterai 60 Ah+?

BACA JUGA:Kolaborasi Koro–Pratter Hadirkan Teknologi Roasting Berbasis AI untuk Roaster Lokal

Secara sederhana, angka “60 Ah+” menunjukkan kapasitas satu sel baterai dalam satuan ampere-jam (Ah). Kapasitas ini menggambarkan seberapa lama sebuah sel mampu mengalirkan listrik hingga habis. Semakin besar angka Ah, semakin besar pula energi yang dapat disimpan.

Kebanyakan mobil listrik saat ini mengandalkan sel berkapasitas standar yang hanya mampu membawa mobil menempuh 400–500 km sekali isi daya.

Namun sel berkapasitas 60 Ah+ memiliki daya simpan jauh lebih besar. Bila dirangkai menjadi satu paket baterai, potensi jarak tempuhnya bisa menembus 1.000 km, bahkan lebih.

Bagi negara dengan infrastruktur charger yang belum merata, capaian ini bisa menjadi solusi nyata mengatasi range anxiety—ketakutan pengendara akan kehabisan baterai di tengah jalan.

Keunggulan Teknologi All-Solid-State

Berbeda dengan baterai lithium-ion umum yang memakai elektrolit cair, baterai all-solid-state menggunakan elektrolit padat. Perubahan material ini menghadirkan sejumlah keunggulan besar:

1. Keamanan Lebih Tinggi

Elektrolit padat tidak mudah terbakar dan mampu menahan suhu ekstrem hingga 300–400 °C. Artinya, risiko kebakaran, korsleting, maupun kebocoran dapat ditekan drastis. Baterai solid-state dianggap jauh lebih aman dibandingkan baterai cair konvensional.

2. Kepadatan Energi Lebih Tinggi

BACA JUGA:Hyundai Bangun Pabrik Sel Bahan Bakar Hidrogen Terbesar di Ulsan, Siap Perkuat Energi Bersih Global

Energi yang bisa disimpan dalam ukuran yang lebih kecil membuat paket baterai dapat menjadi:

  • lebih ringkas,

  • lebih ringan,

  • tanpa mengorbankan kapasitas.

Keunggulan ini memungkinkan desain mobil listrik yang lebih efisien dan kabin lebih luas tanpa menambah bobot kendaraan secara signifikan.

3. Proses Produksi Lebih Efisien

Teknologi solid-state memungkinkan metode manufaktur baru seperti anoda kering, yang memangkas proses pelapisan dan pencampuran dalam satu tahapan. Efisiensi ini dapat menekan biaya produksi, terutama ketika produksi massal sudah stabil.

Tantangan Menuju Produksi Massal

Meski potensinya besar, jalan menuju komersialisasi masih panjang. Produsen tetap harus memastikan:

1. Ketersediaan Material Elektrolit Padat

Material solid-state masih tergolong mahal dan sulit diproduksi dalam skala besar. Keberhasilan industri baterai bergantung pada stabilnya pasokan bahan baku.

2. Uji Ketahanan Jangka Panjang

Walau menjanjikan, baterai solid-state belum teruji dalam penggunaan sehari-hari selama bertahun-tahun. Produsen harus membuktikan ketahanannya dalam siklus pengisian ribuan kali, di berbagai kondisi cuaca dan suhu.

3. Biaya Produksi Awal yang Tinggi

Secanggih apa pun teknologinya, konsumen tidak akan membeli jika harga mobil listrik menjadi terlalu mahal. Karena itu, efisiensi produksi menjadi kunci penting.

Uji integrasi ke kendaraan listrik komersial dijadwalkan dalam beberapa tahun ke depan, dengan target produksi massal bertahap antara 2027–2030.

Dampaknya bagi Industri Mobil Listrik Global

Jika baterai 60 Ah+ ini benar-benar berhasil diproduksi secara massal, maka:

  • Jarak tempuh mobil listrik bisa melampaui mobil bensin.

  • Kekhawatiran soal efisiensi EV akan berkurang.

  • Harga mobil listrik dapat semakin terjangkau dalam jangka panjang.

  • Kompetisi global teknologi EV akan semakin ketat.

 

Sebuah lompatan besar dalam evolusi otomotif dunia sedang berada tepat di depan mata.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya