JAKARTA, SEMARAKNEWS.CO.ID - Lewis Hamilton tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya setelah mengalami salah satu kualifikasi terburuk dalam perjalanan panjangnya di Formula 1.
Untuk pertama kalinya sepanjang karier, pembalap Inggris itu mencatatkan kecepatan paling lambat dalam sesi kualifikasi penuh, tepatnya di Grand Prix Las Vegas 2025.
Musim debut Hamilton bersama Ferrari sebelumnya sudah ia sebut sebagai “mimpi buruk”, terutama setelah dua kali gagal finis di GP Sao Paulo.
Namun, situasi justru semakin memburuk di Las Vegas.
BACA JUGA:Inilah Sosok yang Berpotensi Gantikan Lewis Hamilton di Mercedes, Siapa Saja?
Dari FP3 Menjanjikan ke Q1 yang Menyakitkan
Hamilton sebenarnya tampil meyakinkan sepanjang sesi latihan dan bahkan menutup FP3 dengan posisi kelima tercepat.
AKan tetapi hujan yang mengguyur trek dan kondisi lintasan basah mengubah segalanya.
Saat kualifikasi dimulai, Hamilton kesulitan menemukan grip dan gagal memaksimalkan performa mobil.
Ia tidak mampu meningkatkan kecepatan dan akhirnya harus puas start dari posisi paling buncit.
BACA JUGA:Hasil F1 GP Australia: Carlos Sainz Kuasai Sirkuit, Max Verstappen dan Lewis Hamilton Terhenti
“Saya benar-benar tidak tahu harus berkata apa,” ujar Lewis Hamilton setelah tersingkir di Q1.
"Saya tidak bisa mendapatkan suhu ban yang ideal. Mobil sangat understeer, dan saya sempat merasa salah satu rem depan bermasalah. Itu membuat saya kesulitan menghentikan mobil di tikungan," sambungnya.
Hasil ini bukan hanya catatan buruk bagi Hamilton, tetapi juga menandai pertama kalinya Ferrari menjadi yang paling lambat dalam sesi kualifikasi sejak GP Abu Dhabi 2009.
BACA JUGA:GJAW 2025 Hadirkan Keseruan untuk Keluarga: Dari Push Bike hingga Campervan Show
Kebingungan di Garis Finis dan Insiden Cone
Di akhir sesi Q1, muncul pula keraguan apakah Hamilton sempat melewati garis finis sebelum lampu merah menyala. Kepada Sky Sports F1, ia menjelaskan: