JAKARTA, SEMARAKNEWS.CO.ID - Organisasi Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) menegaskan pentingnya memperkuat perlindungan kampung desa dan generasi muda dari ancaman terorisme yang kini berkembang dengan pola baru.
Ketua Umum PNIB, AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal), menyampaikan keprihatinannya terhadap semakin masifnya penyebaran paham khilafah, radikalisme, dan terorisme, terutama yang menyasar Generasi Z melalui ruang digital.
Menurut Gus Wal, berbagai kasus yang terungkap di sejumlah daerah seperti Jombang, Tulungagung, serta wilayah lain di Indonesia menunjukkan bahwa jaringan terorisme internasional terus berupaya merekrut anak muda dengan pendekatan yang semakin halus dan terselubung.
"Ruang digital yang seharusnya menjadi sarana edukasi dan kreativitas justru dimanfaatkan untuk propaganda, indoktrinasi, hingga perekrutan terorisme,” ujar Gus Wal.
BACA JUGA:Gus Wal Serukan Perawatan Alam Lewat Kirab Merah Putih PNIB 14 Desember 2025
Modus Digital hingga Infiltrasi ke Desa
PNIB menyoroti bahwa media sosial, platform digital, hingga game online kini menjadi pintu masuk baru penyebaran ideologi ekstrem. Melalui cara tersebut, generasi muda dinilai lebih mudah terpapar tanpa disadari.
Selain itu, PNIB juga mengingatkan adanya modus lain yang tak kalah berbahaya, yakni infiltrasi ke kampung desa melalui pendirian atau penyusupan lembaga pendidikan dan keagamaan. Cara ini dinilai berpotensi menanamkan ideologi radikal sejak usia dini.
“Desa adalah benteng sosial bangsa. Jika dirusak dari dalam lewat pendidikan dan agama yang diselewengkan, maka masa depan Indonesia ikut dipertaruhkan,” tegasnya.
BACA JUGA:PNIB Desak Pemerintah Usut Kebijakan Kehutanan 2013, Dinilai Sebabkan Banjir dan Longsor di Sumatra
Apresiasi untuk Densus 88
Dalam pernyataannya, PNIB juga memberikan apresiasi tinggi kepada Densus 88 Antiteror Polri atas dedikasi dan kerja senyap dalam menjaga keamanan nasional.
Gus Wal menyebut Densus 88 sebagai contoh nyata pengabdian dengan prinsip sepi ing pamrih, rame ing gawe—bekerja tanpa banyak sorotan, namun konsisten melindungi rakyat dari ancaman terorisme.
“Terima kasih kepada Densus 88 atas totalitas pengabdiannya. Tahun 2025 ini menjadi catatan penting dengan capaian Triple Zero Attack, Indonesia bersih dari serangan terorisme,” ungkap Gus Wal.
BACA JUGA:Marwah Ulama Harga Mati! PNIB dan Mahasiswa Geruduk KPI Desak Sanksi untuk Trans7
Ajak Semua Elemen Bangsa Bergerak
PNIB mengajak seluruh elemen bangsa—mulai dari keluarga, tokoh masyarakat, tokoh agama, pendidik, hingga pemerintah daerah—untuk memperkuat literasi digital, pengawasan sosial, dan pendidikan kebangsaan, baik di kampung desa maupun di lingkungan sekolah.
“Perang melawan terorisme tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat. Ini adalah tanggung jawab bersama untuk menjaga generasi muda agar tetap kritis, damai, dan setia pada Indonesia,” pungkas Gus Wal.