Gus Wal Serukan Perawatan Alam Lewat Kirab Merah Putih PNIB 14 Desember 2025
Pesan Gus Wal: Rawat Hutan, Cegah Bencana, dan Perkuat Nasionalisme Lewat Kirab Merah Putih---dok. PNIB
JAKARTA, SEMARAKNEWS.CO.ID - Nusantara sebagai negara yang berada di garis khatulistiwa dianugerahi kekayaan alam melimpah.
Namun, potensi besar ini juga disertai risiko bencana alam apabila lingkungan tidak dijaga dengan bijak.
Deretan banjir dan tanah longsor yang kembali terjadi di berbagai wilayah pada akhir tahun menjadi pengingat bahwa alam dapat memberi manfaat, tetapi juga bisa “murka” ketika kelestariannya diabaikan.
Keprihatinan ini disampaikan Ketua Umum Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB), AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal), dalam wawancara bersama media.
BACA JUGA:PNIB Desak Pemerintah Usut Kebijakan Kehutanan 2013, Dinilai Sebabkan Banjir dan Longsor di Sumatra
Ia menilai bencana yang terus berulang merupakan bukti rusaknya keseimbangan alam, terutama akibat penebangan hutan yang tidak terkendali.
"Setiap bencana selalu membawa pesan agar kita menjaga hutan sebagai sumber kehidupan. Di negara dengan curah hujan tinggi, banjir dan longsor sering terjadi karena penebangan liar. Ironisnya, masyarakat adat yang menjaga tradisi justru menjadi korban, bukan para perusak alam maupun para pemegang kebijakan yang abai,” ujar Gus Wal.
Untuk menyuarakan keprihatinan sekaligus mengajak masyarakat kembali pada nilai budaya dan nasionalisme, PNIB menginisiasi Kirab Merah Putih sebagai bentuk aksi nyata.
"Kirab Merah Putih pada 14 Desember 2025 bukan sekadar seruan. Ini bentuk solidaritas dan empati kepada saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Kita bangkit bersama, sekaligus mengambil hikmah bahwa menjaga alam, budaya, dan tradisi adalah kunci mencegah bencana berulang,” tegasnya.
BACA JUGA:Marwah Ulama Harga Mati! PNIB dan Mahasiswa Geruduk KPI Desak Sanksi untuk Trans7
Gelaran Kirab Merah Putih PNIB Jakarta diagendakan berlangsung pada Minggu 14 Desember 2025 dengan rute mulai dari Gerbang 5 Gelora Bung Karno, menuju Bundaran HI, kemudian kembali lagi ke GBK.
Kain merah putih sepanjang hampir 500 meter akan diarak bersama masyarakat sepanjang jalur kirab.
Gus Wal menegaskan bahwa kegiatan tersebut sepenuhnya independen dan tidak terkait kepentingan politik mana pun.
Kirab ini digelar atas semangat persatuan, sikap anti-intoleransi, penolakan terhadap radikalisme, serta upaya memperkuat harmoni dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-