Kasus Autoimun Meningkat, Ini Penyebab, Gejala, dan Cara Penanganannya

Jumat 12-12-2025,11:39 WIB
Reporter : Jeany Pohan
Editor : Priya Satrio

evaluasi riwayat kesehatan pribadi dan keluarga

penilaian pola gejala

pemeriksaan fisik menyeluruh

pemeriksaan laboratorium dan tes penunjang lainnya

BACA JUGA:Studi Nature Ungkap Potensi Serap 23,4 Gt Karbon: Hutan Bisa Balik Lagi Tanpa Tanam Pohon!

Perempuan Lebih Rentan, Ini Alasannya

Penyakit autoimun disebut paling banyak menyerang perempuan usia 15–44 tahun. Bahkan, data Global Autoimmune Institute tahun 2024 menunjukkan sekitar 78% penderita autoimun adalah perempuan.

Kecenderungan ini dikaitkan dengan faktor biologis, antara lain:

peran kromosom X

fluktuasi hormon (khususnya estrogen)

sistem reproduksi dan perubahan hormon saat siklus bulanan atau kehamilan

respons imun perempuan yang berbeda dibanding laki-laki

BACA JUGA:Daftar Lengkap Game PC Rilis Januari 2026, Ada Code Vein 2 hingga Pathologic 3

Risiko Komplikasi Jika Tidak Ditangani

Jika tidak dikontrol dengan baik, autoimun dapat menimbulkan komplikasi serius, seperti:

kerusakan organ permanen (contoh: ginjal pada lupus atau saraf pada multiple sclerosis)

Kategori :