Jangan Sampai Mogok! 5 Tips Rawat Mesin Kendaraan Saat Terobos Banjir

Senin 26-01-2026,18:03 WIB
Reporter : T. Sucipto
Editor : T. Sucipto

SEMARAKNEWS.CO.ID - Intensitas hujan yang tinggi seringkali memicu genangan air hingga banjir di sejumlah ruas jalan protokoler. Bagi pengendara motor maupun mobil, menerjang banjir seolah menjadi pilihan "nekat" demi sampai ke tujuan. Namun, jangan asal tancap gas! Jika salah penanganan, kendaraan Anda bisa mengalami water hammer yang berujung turun mesin dengan biaya perbaikan selangit.

Agar mesin tetap awet dan tidak mendadak mati di tengah genangan, berikut adalah 5 tips penting merawat dan mengoperasikan mesin kendaraan saat harus menerobos banjir:

BACA JUGA:Curah Hujan Tinggi Picu Genangan, Ini Batas Aman Mobil Matik Saat Terobos Banjir agar Tak Mogok

1. Ukur Kedalaman Air

Sebelum memutuskan untuk melintas, perhatikan kendaraan lain yang ada di depan Anda. Pastikan ketinggian air tidak melebihi lubang udara (air intake) kendaraan. Untuk motor matik, batas aman biasanya berada di bawah dek kaki, sedangkan untuk mobil, pastikan air tidak mencapai batas bemper atas. Jika air sudah terlalu tinggi, lebih baik cari jalan alternatif daripada memaksakan diri yang berisiko membuat air masuk ke ruang bakar.

BACA JUGA:9 Cara Menerobos Banjir Pakai Mobil Manual dengan Mudah, Anti Mogok!

2. Gunakan Gigi Rendah dan Jaga Kecepatan Konstan

Saat mulai masuk ke area banjir, gunakan gigi rendah (gigi 1 untuk manual atau posisi L pada matik). Tujuannya adalah menjaga putaran mesin tetap stabil dan memberikan tekanan gas buang yang cukup agar air tidak masuk melalui knalpot. Hindari melakukan pengereman mendadak atau memindahkan gigi di tengah genangan karena dapat mengganggu ritme putaran mesin.

BACA JUGA:6 Cara Menyetir Mobil Matic Saat Jalanan Banjir, Biar Tidak Mogok!

3. Matikan AC Mobil

Bagi pengendara mobil, sangat disarankan untuk mematikan AC saat menerobos banjir. Kipas pendingin yang menyala saat terendam air berisiko menyemburkan air ke area mesin dan mengenai komponen elektrikal. Selain itu, mematikan AC dapat mengurangi beban mesin sehingga fokus tenaga hanya digunakan untuk menggerakkan roda melewati hambatan air.

BACA JUGA:BEM PTNU se-Nusantara Soroti Derita Warga Aceh Utara, Tiga Dusun Masih Gelap Pascabanjir dan Longsor

4. Jangan Langsung Nyalakan Mesin Jika Mogok

Jika kendaraan Anda tiba-tiba mati di tengah banjir, jangan sekali-kali mencoba menyalakannya kembali (stater). Menyalakan mesin yang sudah kemasukan air akan memicu fenomena water hammer, di mana air masuk ke ruang kompresi dan merusak piston hingga setang seher patah. Segera dorong kendaraan ke tempat yang lebih tinggi dan kering untuk pengecekan lebih lanjut.

BACA JUGA:BMKG Peringatkan Puncak Musim Hujan 2025: Jabodetabek Waspada Hujan Lebat dan Banjir!

5. Cek Komponen Vital Setelah Melintas

Setelah berhasil melewati banjir, jangan langsung beranggapan kendaraan Anda aman. Lakukan pengereman ringan berkali-kali (brake cleaning) untuk mengeringkan kampas rem yang basah agar daya cengkeram kembali normal. Selain itu, segera cek kondisi oli mesin. Jika warna oli berubah menjadi keruh atau keputihan seperti susu, itu tandanya air sudah masuk ke dalam mesin dan Anda wajib segera melakukan kuras oli.

Merawat kendaraan di musim hujan memang butuh perhatian ekstra. Dengan menerapkan langkah-langkah di atas, Anda bisa meminimalkan risiko kerusakan berat akibat banjir. Tetap waspada dan utamakan keselamatan di jalan!

Kategori :