Makin Membaik! Poligami Insanul Fahmi Berujung Permintaan Maaf Terbuka ke Wardatina Mawa

Rabu 28-01-2026,14:04 WIB
Reporter : Alviana Anugrahani Putri
Editor : Priya Satrio

JAKARTA, SEMARAKNEWS.CO.ID - Insanul Fahmi akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada istrinya Mawa setelah polemik rumah tangga yang melibatkan keputusan poligami.

Permintaan maaf tersebut disampaikan melalui sebuah video yang diunggah di akun Instagram miliknya sebagai bentuk pemenuhan salah satu syarat yang diajukan oleh sang istri.

Dalam video tersebut, Insanul Fahmi membuka pernyataannya dengan menyampaikan penyesalan mendalam atas sikap dan keputusannya yang telah melukai perasaan Wardatina Mawa.

BACA JUGA:Bukan Konser Biasa! Padi Reborn Hadirkan Experience Stage 360° di Senayan

“Dengan segala kerendahan hati dan kesadaran penuh sebagai manusia yang tidak luput dari dosa, saya ingin menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya pada istri saya, Wardatina Mawa,” ujarnya membuka permintaan maaf itu.

Insan mengakui bahwa keputusannya menjalani poligami telah menghancurkan kepercayaan yang dibangun selama pernikahan mereka. 

Ia menyadari sepenuhnya bahwa langkah tersebut meninggalkan luka mendalam bagi istrinya dan berdampak luas terhadap keluarganya.

“Dari lubuk hati terdalam, saya menyesal karena telah gagal menjaga amanah dan kehormatan rumah tangga kami. Saya menyesal karena telah membiarkan ego saya sudah melukai banyak pihak,” tuturnya lagi.

BACA JUGA:Jangan Salah Pilih! Ini 7 Samsung Galaxy S Series yang Masih Layak Dibeli 2026

Sebagai ayah dari satu anak, Insanul Fahmi menyatakan bahwa permintaan maaf ini bukan untuk membela diri, melainkan sebagai langkah awal memperbaiki sikap dan tanggung jawabnya sebagai suami dan kepala keluarga. 

Ia juga menegaskan siap bertanggung jawab penuh atas permasalahan yang terjadi serta meminta Wardatina Mawa untuk tidak menyalahkan pihak lain atas kondisi rumah tangga mereka.

“Kepada Mawa, saya menghormati sepenuhnya apapun perasaan dan keputusanmu saat ini. Saya sadar butuh waktu yang tak sebentar untuk memulihkan hati yang terluka. Saya tidak akan memaksa. Tapi, saya tidak akan berhenti berharap,” ujarnya.

Insan juga menyampaikan kesiapannya untuk menjalani seluruh proses hukum yang sedang berjalan sebagai bentuk pertanggungjawaban, baik di dunia maupun di akhirat.

BACA JUGA:MBG Ponpes MIS Sarang Rembang Diresmikan, Fokus Penuhi Gizi Santri

“Ke depan, fokus hidup saya adalah memperbaiki akhlak, bertanggung jawab sepenuhnya kepada keluarga, terlebih anak, serta menaati semua proses hukum yang berlaku dengan kooperatif,” katanya menutup unggahan itu.

Kategori :

Terpopuler