SEMARAKNEWS.CO.ID – Bak roller coaster, harga emas Antam hari ini, Selasa 10 Februari 2026 naik alias mengalami lonjakan cukup signifikan. Setidaknya, ada 4 penyebab yang membuat harga emas Antam ini melejit.
Wajar jika kondisi ini pun cukup mengejutkan pasar, terutama para pelaku investasi alias investor pencari asset aman (safe haven). Apakah lonjakan ini sesaat atau akan ada lonjakan lebih tinggi lagi?
Dari hasil pemantauan dan reportase langsung, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terpantau mengalami kenaikan signifikan dibanding perdagangan hari sebelumnya, pada awal pekan, Senin 09 Februari 2026 kemarin.
Bahkan berdasarkan data terbaru dari laman Logam Mulia, harga emas Antam melonjak cukup tajam, meninggalkan level harga pekan lalu.
Kembali ke pertanyaann awal, lantas, apa saja faktor penyebab yang memicu "kilau" emas Antam semakin terang di tengah kondisi ekonomi awal tahun 2026 ini? Berikut detailnya.
BACA JUGA:Harga Emas Antam Anjlok Rp260.000 Hari Ini, Simak Rincian Lengkap dan Aturan Pajaknya
1. Gejolak Geopolitik Global yang Memanas
Tak dipungkiri, meningkatnya tensi geopolitik di beberapa wilayah strategis dunia jadi faktor utama yang mendorong kenaikan harga emas hari ini.
Secara historis, emas selalu menjadi primadona saat terjadi ketidakpastian keamanan global. Ketika risiko konflik meningkat, investor cenderung menarik modalnya dari pasar saham yang berisiko tinggi dan mengalihkannya ke aset yang lebih stabil seperti emas.
BACA JUGA:Turun! Harga Emas Antam di Pegadaian Anjlok Rp17.000 per Gram Jumat 23 Januari 2026
2. Pelemahan Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS
Berikutnya, pergerakan nilai tukar rupiah juga sangat mempengaruhi harga emas dalam negeri. Hari ini, nilai tukar rupiah terpantau sedikit tertekan terhadap dolar AS.
Karena harga emas dunia dipatok dalam mata uang dolar, maka saat rupiah melemah, biaya pengadaan emas menjadi lebih mahal jika dikonversi ke mata uang lokal. Inilah yang secara otomatis mendongkrak harga jual emas Antam di butik-butik logam mulia.
BACA JUGA:Harga Emas Antam Sabtu Pagi Belum Bergerak, Ini Waktu Tepat untuk Investasi?
3. Menanti Kebijakan Suku Bunga Bank Sentral
Selain itu, pasar keuangan global saat ini tengah menanti rilis data inflasi terbaru yang diprediksi masih tetap tinggi.
Spekulasi mengenai kebijakan bank sentral Amerika Serikat, The Fed, dalam mempertahankan atau menurunkan suku bunga turut memberikan sentimen positif bagi emas.
Jika inflasi tetap membandel, emas akan terus diburu sebagai instrumen lindung nilai (hedging) terhadap penurunan daya beli mata uang fiat.