JAKARTA, SEMARAKNEWS.CO.ID - Perang militer di era modern kini semakin bergantung pada teknologi persenjataan udara canggih yang mampu menimbulkan kerusakan besar dalam waktu singkat.
Situasi konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan United States menjadi perhatian masyarakat internasional karena berpotensi memicu dampak global dari perang Timur Tengah.
Berbagai tayangan dokumentasi yang beredar di media dan internet memperlihatkan dahsyatnya dampak konflik bersenjata modern.
Dalam hitungan jam setelah kejadian, rekaman peristiwa perang sudah dapat disaksikan oleh masyarakat dunia, termasuk di Indonesia.
BACA JUGA:Perang Iran vs Amerika dan Israel Memanas, PNIB: Perdamaian Harga Mati!
Ketua Umum Ormas Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB), AR Waluyo Wasis Nugroho atau yang akrab disapa Gus Wal, menyampaikan keprihatinannya terhadap konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah tersebut.
“Perang antara Iran melawan Amerika dan Israel yang dapat disaksikan hanya beberapa jam setelah kejadian menjadi bukti bagaimana konflik militer mampu menarik perhatian dunia. Ketakutan dan kengerian yang terlihat dalam berbagai tayangan tersebut menunjukkan bahwa kehancuran akan terjadi pada kedua pihak. Dalam situasi seperti ini, sisi kemanusiaan kita terpanggil untuk merasakan keprihatinan mendalam karena korban utama perang tetaplah manusia,” ujar Gus Wal.
Perang Dinilai Mengorbankan Rakyat Demi Kepentingan Kekuasaan
Menurut Gus Wal, keputusan para pemimpin negara untuk terlibat dalam perang sering kali menempatkan masyarakat sipil sebagai pihak yang paling terdampak.
Ia menilai, dalam konflik bersenjata, risiko yang dihadapi selalu sama: membunuh atau dibunuh, menghancurkan atau dihancurkan. Karena itu, ia menegaskan bahwa perdamaian harus menjadi pilihan utama dalam hubungan antarnegara.
“Perdamaian adalah harga mati. Sejarah menunjukkan bahwa perang hampir selalu menghasilkan bentuk penjajahan baru bagi pihak yang kalah,” tegasnya.
Gus Wal juga mengingatkan masyarakat Indonesia agar tidak terjebak dalam polarisasi dukungan terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam konflik internasional.
Menurutnya, situasi perang di luar negeri tidak seharusnya memicu perpecahan di dalam negeri, terutama di tengah kondisi Indonesia yang relatif damai.
“Perdamaian yang kita nikmati saat ini patut disyukuri jika melihat negara lain yang sedang dilanda konflik. Pro dan kontra dukungan terhadap negara tertentu jangan sampai merusak persatuan bangsa. Mendoakan agar perang segera berakhir jauh lebih bijak dibandingkan memperdebatkan siapa yang harus didukung,” ujarnya.
BACA JUGA:Gus Wal Serukan Perawatan Alam Lewat Kirab Merah Putih PNIB 14 Desember 2025
PNIB Ajak Masyarakat Utamakan Nilai Kemanusiaan
Organisasi PNIB yang selama ini dikenal aktif menyuarakan persatuan, kesatuan, dan perdamaian dunia juga mengimbau masyarakat agar tidak menciptakan konflik dukungan di dalam negeri terkait perang di Timur Tengah.