Catat! Hal Penting yang Harus Diperhatikan SebelumKonversi Motor Bensin ke Motor Listrik

Minggu 12-04-2026,21:14 WIB
Reporter : Darmawan
Editor : Darmawan

SEMARAKNEWS.CO.ID - Pemerintah Indonesia terus mendorong masyarakat untuk lebih hemat bahan bakar minyak (BBM) melalui berbagai kebijakan dan program sosialisasi.

Salah satu langkah yang kini semakin diperkenalkan adalah konversi motor bensin menjadi motor listrik.

Program ini tidak hanya bertujuan untuk menghemat konsumsi BBM nasional, tetapi juga mendukung transisi menuju energi yang lebih ramah lingkungan.

Dengan meningkatnya jumlah kendaraan bermotor di Indonesia, penggunaan motor listrik diyakini dapat membantu mengurangi emisi karbon sekaligus menekan biaya operasional kendaraan.

Namun, proses konversi motor listrik ternyata tidak sesederhana mengganti mesin bensin dengan motor listrik. Ada berbagai hal teknis yang harus dipersiapkan agar hasil konversi dapat berjalan optimal dan aman digunakan.

Konversi Motor Listrik Harus Dimulai dari Kebutuhan Penggunaan

BACA JUGA:Pemerintah Siapkan Insentif Baru Motor Listrik, Menkeu Purbaya: Skemanya Akan Berbeda dari Era Sebelumnya

Menurut praktisi konversi motor listrik Ferry S Budiyanto, yang merupakan punggawa bengkel spesialis motor listrik Tics EV di Depok, langkah pertama yang harus dilakukan sebelum melakukan konversi adalah menentukan kebutuhan penggunaan kendaraan.

“Sebenarnya nomor satu konteks itu adalah kebutuhannya apa,” ujar Ferry.

Ia menjelaskan bahwa setiap orang memiliki kebutuhan berkendara yang berbeda. Ada yang menggunakan motor untuk perjalanan harian di dalam kota, ada pula yang membutuhkan kendaraan untuk jarak lebih jauh.

Menentukan kebutuhan sejak awal akan membantu menentukan spesifikasi motor listrik, kapasitas baterai, hingga jenis motor yang paling cocok untuk dikonversi.

Motor Matik Dinilai Paling Ideal untuk Konversi

Setelah kebutuhan penggunaan jelas, tahap berikutnya adalah menentukan basis motor yang akan dikonversi.

Ferry menyebutkan bahwa secara umum motor matik menjadi pilihan paling ideal untuk dikonversi menjadi motor listrik, terutama untuk penggunaan sehari-hari di perkotaan.

Menurutnya, motor matik memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan jenis motor lainnya.

“Kalau untuk daily di perkotaan, paling benar ya matik. Pertama simpel, tinggal ngegas. Kedua posisi duduknya lebih nyaman,” kata Ferry.

Selain kenyamanan berkendara, motor matik juga memiliki keuntungan dari sisi desain bodi.

Ruang Penyimpanan Lebih Luas untuk Komponen Listrik

BACA JUGA:Lowongan Kerja BCA 2026 Resmi Dibuka dengan Nominal Gaji Menarik, Cek Posisi dan Cara Daftarnya!

Salah satu alasan utama motor matik menjadi favorit dalam konversi listrik adalah ruang penyimpanan yang lebih luas.

Ruang yang tersedia di dalam bodi motor matik memungkinkan teknisi lebih mudah menempatkan komponen penting seperti baterai dan kontroler.

“Kalau buat taruh kontroler lebih gampang, karena ruangannya besar. Bahkan jarak tempuh juga bisa lebih jauh karena space baterainya lebih besar,” jelas Ferry.

Dengan ruang yang lebih luas, kapasitas baterai juga dapat ditingkatkan sehingga daya jelajah motor listrik bisa lebih jauh dibandingkan model dengan ruang terbatas.

Komponen Penting dalam Konversi Motor Listrik

Setelah menentukan basis motor, tahap berikutnya adalah mempersiapkan komponen utama yang akan digunakan dalam proses konversi.

Beberapa komponen penting yang harus tersedia antara lain:

1. Dinamo atau Motor BLDC

Dinamo listrik berfungsi menggantikan mesin bensin sebagai sumber tenaga utama kendaraan.

2. Kontroler

Kontroler berfungsi mengatur aliran listrik dari baterai menuju motor listrik sehingga tenaga yang dihasilkan dapat dikendalikan dengan baik.

3. Baterai

Baterai merupakan komponen paling penting karena berfungsi sebagai sumber energi kendaraan.

Ferry menegaskan bahwa pemilihan baterai harus dilakukan dengan sangat hati-hati.

“Baterai terutama, sebagai catatan, pasti mengubah konstruksi,” jelasnya.

Hal ini karena ukuran dan kapasitas baterai akan memengaruhi desain serta struktur kendaraan.

Proses Konversi Membutuhkan Perubahan Struktur Motor

Selain mengganti mesin, proses konversi motor listrik juga memerlukan perubahan konstruksi kendaraan.

Beberapa tahapan modifikasi yang biasanya dilakukan meliputi:

  • Pelepasan mesin bensin dari rangka motor
  • Pembuatan dudukan baru untuk motor listrik
  • Penyesuaian rangka agar mampu menopang baterai
  • Pemasangan bracket atau dudukan komponen listrik

“Harus siap motornya rela dibongkar, mesin dicabut. Terus bikin bracket mounting, dudukan BLDC dan segala macam,” ujar Ferry.

Karena itu, konversi motor listrik membutuhkan tenaga teknisi yang berpengalaman agar modifikasi yang dilakukan tetap aman dan sesuai standar.

Biaya Konversi Motor Listrik Mulai Rp10 Jutaan

Dari sisi biaya, konversi motor bensin menjadi motor listrik sebenarnya masih tergolong cukup terjangkau.

Menurut Ferry, biaya konversi dasar biasanya dimulai dari sekitar Rp10 juta, di luar harga motor yang digunakan sebagai basis konversi.

Dengan biaya tersebut, spesifikasi motor listrik yang didapatkan umumnya meliputi:

  • Motor listrik sekitar 2.000 watt
  • Baterai 72V 20Ah
  • Kontroler sekitar 100 ampere

Dengan konfigurasi tersebut, motor listrik hasil konversi dapat menempuh jarak sekitar 50 hingga 60 kilometer dalam sekali pengisian daya.

 

“Range-nya sekitar 50 kilometer, bisa 50 sampai 60 kilometer kalau pakai ring 14,” kata Ferry.

Kategori :

Terpopuler