BEM Pesantren Seluruh Indonesia Soroti Pernyataan Jusuf Kalla, Tegaskan Pentingnya Narasi Keagamaan yang Bijak

Sabtu 18-04-2026,07:00 WIB
Reporter : Jeany Pohan
Editor : Priya Satrio

JAKARTA, SEMARAKNEWS.CO.ID - BEM Pesantren Seluruh Indonesia menyampaikan sikap resmi terkait pernyataan Jusuf Kalla yang menyinggung ajaran Islam dan Kristen dalam konteks konflik.

Pernyataan tersebut dinilai berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat serta memicu sentimen antarumat beragama jika tidak dijelaskan secara utuh dan proporsional.

Melalui keterangan resminya, BEM Pesantren menegaskan bahwa ajaran Islam tidak pernah membenarkan tindakan kekerasan tanpa dasar yang sah.

Islam, sebagai agama yang membawa nilai rahmatan lil ‘alamin, menjunjung tinggi prinsip perdamaian, kasih sayang, serta penghormatan terhadap kehidupan manusia.

BACA JUGA:BEM PTNU dan BEM Nusantara DIY Gelar Demo Kemanusiaan di DPRD DIY

Tekankan Pemahaman Kontekstual Ajaran Islam

Koordinator Pusat BEM Pesantren, Ahmad Tomy Wijaya, menjelaskan bahwa dalil-dalil yang kerap dikaitkan dengan peperangan dalam Islam harus dipahami secara menyeluruh, termasuk konteks sejarahnya.

Menurutnya, ajaran tersebut hadir dalam situasi tertentu yang bersifat defensif, bukan sebagai legitimasi untuk tindakan agresi di masa damai.

Pemahaman yang parsial terhadap teks keagamaan justru berisiko menimbulkan interpretasi keliru dan memperkeruh hubungan sosial.

“Nilai utama dalam ajaran Islam adalah kemanusiaan. Menghilangkan satu nyawa tanpa alasan yang benar sama dengan merusak kehidupan seluruh umat manusia,” ujar Tomy.

BACA JUGA:BEM PTNU Soroti Kepmendikdasmen No. 14/2026, Syarat TPG Dinilai Tidak Adil bagi Guru

Tokoh Publik Diminta Lebih Hati-Hati

BEM Pesantren juga mengingatkan bahwa tokoh publik memiliki tanggung jawab moral dalam menyampaikan pernyataan, terutama yang berkaitan dengan isu sensitif seperti agama. Narasi yang tidak disertai penjelasan komprehensif dinilai dapat memicu polemik dan mengganggu stabilitas sosial.

Dalam konteks masyarakat Indonesia yang majemuk, kehati-hatian dalam berkomunikasi menjadi kunci untuk menjaga harmoni dan mencegah kesalahpahaman yang berpotensi meluas.

Sebagai langkah konstruktif, BEM Pesantren Seluruh Indonesia mendorong adanya klarifikasi terbuka serta edukasi publik yang berimbang.

Hal ini dinilai penting agar masyarakat mendapatkan pemahaman yang utuh mengenai ajaran agama dan tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang menyesatkan.

Selain itu, mereka mengajak seluruh elemen bangsa untuk mengedepankan dialog yang sehat, memperkuat pemahaman lintas agama, serta menjaga sikap saling menghormati.

Kategori :

Terpopuler