Langkah ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon.
Investasi Green Bonds dan Sustainability-Linked Financing
Maybank Indonesia juga aktif dalam investasi instrumen berkelanjutan, antara lain:
Green Bonds atau Sukuk sebesar Rp1,5 triliun Sustainability-Linked Financing sebesar Rp1,1 triliun
Instrumen ini memungkinkan perusahaan untuk mendorong pencapaian target keberlanjutan sekaligus memperkuat peran sebagai mitra strategis bagi nasabah dalam mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).
Pembiayaan Sosial dan Inklusivitas
Pada kategori sosial, pembiayaan difokuskan pada pengembangan sosial ekonomi, pemberdayaan, dan penciptaan lapangan kerja dengan total sebesar Rp172 miliar.
Pembiayaan ini diarahkan untuk meningkatkan akses keuangan yang inklusif bagi pelaku usaha dan masyarakat.
Total Pembiayaan Berkelanjutan Capai Rp21,23 Triliun
Berdasarkan Kategori Kegiatan Usaha Berkelanjutan (KKUB), total pembiayaan Maybank Indonesia hingga 2025 mencapai Rp21,23 triliun, setara dengan 19,55% dari total kredit bank.
Menurut Steffano Ridwan, capaian ini menegaskan komitmen perusahaan dalam memperluas pembiayaan yang berdampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.
Strategi ini dijalankan sejalan dengan misi Humanising Financial Services serta diperkuat melalui strategi jangka panjang ROAR30 (2026–2030) yang menempatkan keberlanjutan dan nilai syariah sebagai diferensiasi utama pertumbuhan.
Dampak Nyata: 400 Ribu Rumah Tangga dan Penurunan Emisi
Komitmen keberlanjutan Maybank Indonesia juga terlihat dari capaian non-finansial hingga 2025, antara lain:
Meningkatkan kesejahteraan lebih dari 400 ribu rumah tangga Menurunkan emisi karbon operasional (cakupan 1 dan 2) sebesar 30,84% dari baseline 2019 Mencatat lebih dari 388 ribu jam kegiatan keberlanjutan Perkuat Posisi di Industri Perbankan Berkelanjutan