Burger AI Bikin Geger, Ilmuwan Stanford Ciptakan Resep Sesuai Umur hingga Kondisi Kesehatan

Senin 06-07-2026,15:17 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, Semaraknews.co.id – Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini tak lagi sekadar dipakai untuk menulis, menggambar, atau menjawab pertanyaan. Ilmuwan dari Stanford University, Amerika Serikat, membawa teknologi ini ke dapur dengan menciptakan BurgerAI, sebuah sistem AI yang mampu merancang resep burger berdasarkan karakteristik setiap orang.

BurgerAI dirancang untuk menyusun resep secara personal dengan mempertimbangkan usia, selera, kebutuhan nutrisi, hingga kondisi kesehatan calon penikmatnya. Proyek ini dipimpin profesor teknik mesin Stanford School of Engineering sekaligus Direktur Stanford Bio-X, Ellen Kuhl, bersama tim peneliti yang ingin mengubah peran AI dari sekadar alat prediksi menjadi mesin pencipta.

“Kebanyakan sistem AI dilatih untuk memprediksi apa yang sudah ada. Kami ingin AI menciptakan apa yang seharusnya ada selanjutnya,” kata Ellen Kuhl, dikutip dari Stanford Report, Senin, 6 Juli 2026.

Untuk melatih sistem tersebut, tim peneliti memasukkan basis data berisi 2.216 resep burger yang diambil dari platform Food.com. Ribuan resep itu kemudian dipelajari AI untuk mengenali pola kombinasi bahan makanan.

Dari proses tersebut, BurgerAI mengelompokkan bahan-bahan ke dalam tujuh kategori utama yang meliputi protein, sayuran, rempah-rempah, biji-bijian, saus, produk susu, serta kacang-kacangan.

Berbekal teknologi AI generatif, BurgerAI tidak sekadar memilih resep yang sudah ada, melainkan menyusun formulasi baru dari nol. Resep yang dihasilkan kemudian disesuaikan dengan preferensi rasa, tekstur, usia, jenis kelamin, hingga tingkat aktivitas fisik masing-masing pengguna.

BACA JUGA:Banggar DPR Rem Wacana Gaji Kepala Daerah Naik, Fiskal Negara Diminta Jangan Dijadikan Tumbal

Kemampuan tersebut kemudian diuji langsung kepada publik. Tim peneliti melibatkan 100 pengunjung sebuah restoran di San Francisco untuk mencicipi burger hasil racikan AI.

Hasilnya, mayoritas peserta menyukai kombinasi resep yang dihasilkan sistem tersebut.

“AI tidak hanya menghasilkan resep burger yang masuk akal. AI menciptakan burger yang dinikmati orang sungguhan,” ujar Kuhl.

Bagi tim peneliti, keberhasilan itu bukan sekadar soal menghasilkan burger dengan rasa yang enak. Temuan tersebut menunjukkan bahwa model AI mulai mampu memahami preferensi manusia dalam memilih makanan.

“Burger hanyalah permulaan. Kami melihat visi yang jauh lebih besar, AI sebagai mitra dalam penemuan ilmiah dan teknik,” kata Kuhl.

Ke depan, pendekatan serupa berpotensi diterapkan pada pengembangan berbagai jenis makanan lain yang dirancang secara lebih personal. Dengan memanfaatkan data preferensi rasa, kebutuhan gizi, hingga kondisi kesehatan individu, AI diharapkan dapat membantu merancang menu yang tidak hanya sesuai selera, tetapi juga mendukung kebutuhan nutrisi setiap orang.

Kategori :