PWI Sebut Maaf Hotman Paris Tak Tulus, Video Instagram Dinilai Tak Hapus Proses Hukum

Selasa 21-07-2026,08:18 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, Semaraknews.co.id — Permintaan maaf yang disampaikan pengacara Hotman Paris Hutapea belum mampu meredakan polemik yang muncul setelah ucapannya kepada wartawan dalam konferensi pers kasus mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menilai permintaan maaf tersebut belum menunjukkan ketulusan dan tidak menghapus konsekuensi hukum atas perbuatannya.

Direktur Anti-Kekerasan Wartawan PWI Edison Siahaan mengatakan permintaan maaf Hotman sejauh ini hanya disampaikan melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya.

“Hanya membuat video permintaan maaf di akun Instagram pribadinya saja,” ujar Edison, Senin, 20 Juli 2026.

Menurut Edison, hingga kini Hotman juga belum pernah menghubungi organisasi wartawan maupun jurnalis yang menjadi sasaran ucapannya untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung.

BACA JUGA:Duit Negara Rp38,9 Miliar Ludes, Polisi Sita Aset Tersangka Korupsi PPA Senilai Rp14,4 Miliar

“Bahkan teman wartawan yang dimaki di situ juga tidak pernah dihubungi secara pribadi untuk meminta maaf,” katanya.

PWI mengaku tetap menerima permintaan maaf tersebut sebagai bentuk itikad baik. Namun, organisasi wartawan itu menegaskan proses hukum yang telah ditempuh tidak serta-merta berhenti hanya karena adanya permintaan maaf.

Edison menilai penyampaian maaf tidak otomatis menghapus dugaan tindak pidana yang telah dilaporkan.

“Tidak tentu menyelesaikan tindak pidana yang telah dilakukan,” ujar Edison usai membuat laporan di Polda Metro Jaya.

Polemik ini bermula saat Hotman mendampingi Febrie Adriansyah dalam konferensi pers setelah pemeriksaan oleh penyidik pada Jumat, 17 Juli 2026. Ketika seorang wartawan menanyakan apakah Febrie merasa dikriminalisasi dalam perkara yang menjeratnya, Hotman langsung memotong pertanyaan dengan nada tinggi.

BACA JUGA:App Store dan Play Store Diserbu Aplikasi Telanjang AI, Apple-Google Akhirnya Kena Semprot Pemerintah

“Menurut kau gimana? Lu punya otak enggak?” kata Hotman kepada wartawan.

Setelah itu, Hotman meminta wartawan tersebut menarik kesimpulan sendiri mengenai proses hukum yang tengah dijalani kliennya. Ia menilai penggeledahan rumah Febrie dilakukan secara tidak etis karena disebut berlangsung sebelum pemeriksaan sebagai saksi.

“Kalau tiba-tiba rumah lu digeledah sampai celana-celana lu, misalnya, dipamerkan itu tanpa diperiksa saksi apa pun, itu namanya apa? Jawab sendiri,” ujar Hotman.

Kategori :