Limbah tandan kosong kelapa sawit ternyata menyimpan potensi besar. Dua pelajar asal Kabupaten Bogor berhasil mengolahnya menjadi krim tabir surya yang ramah lingkungan sekaligus bernilai tinggi.
BACA JUGA:B50 Digadang Selamatkan Devisa Rp170 Triliun, Pemerintah Yakin Solar Sawit Jadi Tameng Ekonomi RI
Dari Limbah Perkebunan Menjadi Produk Perawatan Kulit
Sob, limbah tandan kosong kelapa sawit selama ini identik dengan sisa produksi yang kurang dimanfaatkan secara maksimal oleh industri.
Kini pandangan tersebut mulai berubah setelah dua siswa SMA Islam Hasmi Bogor menghadirkan inovasi krim tabir surya berbahan dasar lignin.
Inovasi tersebut dikembangkan oleh Tim UVANGERS RZ yang beranggotakan Rangga Putra Sudrajat dan Zaki Al Fikri Lubis.
Keduanya menjalankan penelitian dengan pendampingan guru pembimbing Daffa' Rizal Dzulfaqaar Alauddin hingga berhasil menghasilkan prototipe produk.
Penelitian tidak berhenti sebagai konsep ilmiah saja. Tim berhasil memproduksi krim sekaligus melakukan pengujian awal terhadap karakteristik produknya.
BACA JUGA:Kabar Baik Petani! Harga Sawit Kalimantan Tengah Meningkat April 2026, Tembus Rp3.897 per Kg
Berawal dari Dua Masalah yang Ingin Diselesaikan Sekaligus
Sobat, penelitian ini lahir dari keinginan menyelesaikan dua persoalan berbeda yang ternyata dapat dipadukan dalam satu solusi inovatif.
Masalah pertama adalah tingginya paparan sinar ultraviolet yang dapat memicu kerusakan sel kulit hingga meningkatkan risiko kanker kulit.
Masalah kedua berasal dari melimpahnya limbah biomassa tandan kosong kelapa sawit yang masih belum dimanfaatkan secara optimal.
Tim kemudian menemukan bahwa lignin dalam biomassa sawit mempunyai struktur alami yang mampu menyerap sebagian radiasi ultraviolet.
Selain itu, lignin juga mengandung gugus fenolik yang berpotensi memberikan aktivitas antioksidan sehingga menarik untuk dikembangkan lebih lanjut.
BACA JUGA:BPDPKS Hadirkan Wokshop UKMK dengan Tema 'Oleofood' dari Bahan Sawit di Solo
Vitamin E Dipilih untuk Menambah Perlindungan Kulit
Supaya formulanya semakin lengkap, tim mengombinasikan lignin hasil isolasi dengan vitamin E yang sudah dikenal luas dalam dunia kosmetik.