Teh Manis dan Kopi Dituding Bikin Gemuk, Dokter Ungkap Fakta Sebenarnya

Senin 24-08-2026,19:12 WIB
Reporter : Tyo Sulistio
Editor : Tyo Sulistio

SEMERAKNEWS.CO.ID - Teh manis dan kopi tidak otomatis menjadi penyebab utama perut buncit. Menurut dokter gizi, persoalan yang lebih perlu diperhatikan justru terletak pada gula tambahan yang dikonsumsi berulang kali dalam minuman tersebut.

Spesialis gizi klinik dr. Igus Ulfa Yaze, SpGK, menjelaskan bahwa gula berlebih dapat mendorong penumpukan lemak visceral, yakni lemak yang berada di sekitar organ-organ dalam. Karena itu, orang yang rutin menikmati kopi atau teh dengan banyak gula berisiko mengalami peningkatan lemak perut.

BACA JUGA:Angka Obesitas Indonesia Menembus 23,4 Persen, Risiko Stroke Makin Dekat?

Penjelasan tersebut disampaikan dr. Yaze dalam siaran langsung TikTok detikHealth pada Kamis, 20 Agustus 2026. Ia menilai kebiasaan menambahkan gula sering dianggap kecil, padahal asupannya dapat terakumulasi apabila dilakukan setiap hari.

Ketika gula yang masuk melebihi kebutuhan tubuh, sebagian akan disimpan sebagai glikogen. Jika tempat penyimpanan itu sudah penuh, kelebihan energi dapat dialihkan menjadi lemak tubuh dan kolesterol. Proses inilah yang membuat minuman manis berpotensi memengaruhi berat badan.

Masalahnya tidak berhenti pada ukuran lingkar pinggang. Lemak yang menumpuk dapat mengalami “salah parkir” dan masuk ke organ yang seharusnya tidak menjadi tempat penyimpanan lemak, seperti hati, jantung, dan pankreas. Kondisi tersebut berkaitan dengan risiko perlemakan hati, diabetes tipe 2, hipertensi, serta peradangan.

BACA JUGA:Gejala Gagal Ginjal Akut Sering Diabaikan, Kenali Tanda Awalnya Sebelum Terlambat

Dokter gizi itu tidak meminta masyarakat menghapus gula sepenuhnya dari pola makan. Namun, porsi dan frekuensi konsumsi perlu dikurangi agar kadar gula darah dan lemak visceral lebih terkendali.

Dengan demikian, kopi atau teh tanpa tambahan gula berlebihan tidak tepat langsung disebut sebagai penyebab perut buncit. Perhatian utama sebaiknya diarahkan pada takaran gula, total kalori harian, serta pola hidup secara keseluruhan.

Yang juga penting, ukuran perut tidak ditentukan oleh satu jenis minuman saja. Pola makan, aktivitas fisik, kualitas tidur, dan jumlah kalori dari makanan lain ikut berpengaruh. Karena itu, pembaca sebaiknya menilai kebiasaan minum secara menyeluruh, misalnya dengan memilih takaran gula lebih sedikit dan menghindari tambahan sirup. Langkah sederhana tersebut lebih realistis daripada menghapus kopi atau teh secara total.

BACA JUGA:Waspada! Nyeri Dada Mendadak Bisa Jadi Gejala Gangguan Aorta Jantung Mematikan

Pembaca dapat mulai dengan mengganti gula menjadi setengah takaran, lalu mengevaluasi perubahan kebiasaan selama beberapa minggu.

Kategori :