Selain ekonomi, bidang hukum, hak asasi manusia, imigrasi, dan pemasyarakatan juga menjadi sorotan publik dengan angka 22 persen responden yang meminta evaluasi melalui reshuffle.
Survei nasional Poltracking Indonesia ini dilakukan pada 14 hingga 20 Agustus 2026 dengan melibatkan 1.220 responden. Tingkat margin of error survei berada di angka kurang lebih 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
BACA JUGA:Mahasiswa RI Disuruh Bersiap, Green Jobs Bakal Jadi Ladang Kerja Baru
Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka terhadap responden terpilih. Cakupan survei menjangkau 38 provinsi di Indonesia secara proporsional berdasarkan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2024.
Metode stratifikasi dalam survei menggunakan proporsi jenis kelamin pemilih. Hasilnya menunjukkan satu pesan yang cukup jelas, publik memang belum sepenuhnya menutup pintu untuk kabinet saat ini, tetapi sebagian besar sudah mengetuk pintu evaluasi.