Prabowo Takziah ke Rumah Megawati, Guruh Soekarnoputra Berpulang di Usia 73 Tahun
Prabowo bertakziah ke rumah Megawati setelah Guruh Soekarnoputra meninggal dunia pada usia 73 tahun di Jakarta.-Foto: Sekretariat Presiden-
JAKARTA, Semaraknews.co.id — Presiden Prabowo Subianto mendatangi kediaman Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Senin malam, 28 September 2026. Kedatangan Prabowo bukan untuk urusan rapat atau politik, melainkan menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Guruh Soekarnoputra, adik Megawati.
Kunjungan tersebut disampaikan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. “Senin malam, 28 September 2026, Presiden Prabowo Subianto bertakziah ke kediaman Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri di Jakarta,” kata Teddy dalam keterangan tertulis.
Dalam kesempatan itu, Prabowo menyampaikan duka cita sekaligus penghormatan kepada keluarga Guruh yang ditinggalkan. Ia datang bersama sejumlah pejabat Kabinet Merah Putih dan kader Partai Gerindra.
Rombongan tersebut antara lain Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Teddy juga turut mendampingi Prabowo dalam kunjungan tersebut.
“Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” ujar Teddy.
Guruh Soekarnoputra meninggal dunia pada Sabtu dini hari, 26 September 2026. Adik Megawati sekaligus putra bungsu Presiden pertama RI Soekarno itu mengembuskan napas terakhir pada usia 73 tahun.
Kabar duka tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. “Almarhum meninggal pada hari Sabtu, 26 September 2026, pukul 04.16 WIB di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi Jakarta,” kata Hasto melalui keterangan tertulis.
BACA JUGA:DPR Bongkar Kejanggalan Lapas Cibinong, Furnitur Mewah Mendadak Raib Usai Disidak Ombudsman
Hasto juga meminta masyarakat membuka pintu maaf bagi Guruh atas kesalahan dan kekhilafan selama hidupnya. Ia mengenang Guruh sebagai seniman, seorang marhaenis, sekaligus pejuang partai.
Kepergian Guruh kemudian diikuti penghormatan dari internal PDI Perjuangan. Hasto menginstruksikan seluruh jajaran partai, mulai dari tingkat pusat hingga ranting, mengibarkan bendera partai setengah tiang selama tujuh hari.
“Kita berikan penghormatan terbaik bagi almarhum dengan protokol partai,” tuturnya.
Guruh lahir pada 13 Januari 1953 dengan nama Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra. Ia merupakan anak bungsu Soekarno dan Fatmawati.
Berbeda dengan sang kakak yang kemudian menjadi Presiden RI, Guruh menekuni dunia seni. Sepanjang hidupnya, ia dikenal sebagai seniman yang aktif berkarya, terutama dalam bidang tari dan musik.
Kini, rumah Megawati di Jalan Teuku Umar menjadi tempat keluarga menerima takziah. Di sana, seorang putra Soekarno yang memilih panggung seni ketimbang panggung kekuasaan dikenang untuk terakhir kalinya.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-