Bukan Sekadar Jalur Baru, LRT Ini Mengubah Konektivitas Kelapa Gading dengan Transit Oriented Development

Kamis 10-09-2026,09:52 WIB
Reporter : Tyo Sulistio
Editor : Tyo Sulistio

 

SEMARAKNEWS.CO.ID - Rencana operasional LRT Jakarta rute Manggarai-Kelapa Gading diarahkan untuk memperkuat konektivitas transportasi massal di Ibu Kota. Jalur ini diharapkan memberi pilihan mobilitas baru sekaligus mempertemukan kawasan hunian, pusat bisnis, area komersial, dan fasilitas publik.

 

Pengembangan tersebut sejalan dengan konsep Transit Oriented Development atau TOD. Dalam pendekatan ini, transportasi publik tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari ekosistem kawasan yang memungkinkan masyarakat berpindah dengan lebih mudah antara tempat tinggal, tempat kerja, ruang belanja, dan layanan publik.

BACA JUGA:Progres LRT Velodrome-Manggarai 95 Persen Rampung, Apakah Dampaknya Buat Kemacetan Jakarta?

 

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menilai kota modern membutuhkan sistem yang saling terhubung. Menurut dia, kawasan produktif dan sehat harus mendorong penggunaan transportasi publik yang aman, nyaman, serta terkoneksi.

 

AHY juga mengingatkan bahwa keberhasilan TOD tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik. Perubahan kebiasaan masyarakat untuk memilih angkutan umum menjadi unsur penting agar investasi infrastruktur benar-benar berdampak terhadap mobilitas dan lingkungan.

 

Di Kelapa Gading, integrasi itu diperkuat melalui Stasiun Boulevard Utara Summarecon Mall. Stasiun tersebut terhubung dengan kawasan komersial menggunakan connecting bridge sepanjang sekitar 120 meter. Fasilitas itu dirancang untuk memudahkan pengguna LRT berpindah dari moda transportasi menuju pusat aktivitas.

BACA JUGA:Mudah! Begini Cara Daftar KPJ Biar Bisa Naik MRT, LRT, dan Transjakarta Gratis!

 

Kerja sama naming rights antara Summarecon dan PT LRT Jakarta turut menandai hubungan antara simpul transportasi dan pengembangan kawasan. President Director Summarecon Adrianto P. Adhi menyebut konektivitas sebagai elemen penting dalam membangun kawasan yang berkelanjutan.

 

Model serupa dikembangkan di wilayah lain. Summarecon Bekasi terhubung dengan KRL melalui Stasiun Bekasi Ekstensi, sementara kawasan Summarecon Bandung memperoleh akses menuju Stasiun Tegalluar Summarecon melalui jembatan dan shuttle bus.

 

Keterhubungan antarmoda dapat mengurangi hambatan perjalanan yang selama ini membuat warga bergantung pada kendaraan pribadi. Dampaknya baru terasa maksimal apabila jalur pejalan kaki, informasi perjalanan, dan layanan pengumpan tersedia secara konsisten.

BACA JUGA:Garuda Ubah Aturan Bagasi, Penumpang Bisa Kena Biaya Tambahan Meski Koper Belum Lewat 20 Kg

 

Aspek tersebut menjadi bagian penting dari evaluasi layanan ketika rute baru mulai digunakan masyarakat. Tantangan berikutnya adalah memastikan layanan benar-benar andal dan menarik bagi masyarakat. Jika konektivitas, kenyamanan, dan akses antarkawasan berjalan bersama, LRT Manggarai-Kelapa Gading berpotensi menjadi penguat integrasi kota, bukan sekadar tambahan jalur perjalanan.

 

Kategori :