SEMERAKNEWS.CO.ID – Video viral pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG ) Bantul, DIY, memicu sorotan setelah warganet mengaitkannya dengan Febiona Purba, siswi asal Kabupaten Karo yang sebelumnya diberitakan mengalami gangguan ingatan usai diduga mengalami keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Badan Gizi Nasional (BGN) Regional DIY menilai situasi tersebut semestinya dihadapi dengan empati dan rasa kemanusiaan.
Dalam video viral pegawai SPPG itu, Gerardus Permanaditya membahas chicken katsu yang dimasak sehari sebelumnya. Ia kemudian, dengan nada bercanda, mengatakan ingatannya berkurang setelah menyantap makanan tersebut.
Konten yang dibuat pada 18 September 2026 itu lalu ramai dibicarakan dan dianggap sebagian netizen menyindir korban MBG.
BACA JUGA:Resmi! Program Magang Nasional 2026 Tahap 2 Resmi Dimulai, Peserta Wajib Perhatikan Ini Sejak Awal
Gerardus membantah video tersebut ditujukan kepada Febiona maupun program MBG. Ia mengatakan konten itu hanya candaan, tidak menyebut nama korban, serta tidak pernah menghubungkan ucapannya dengan insiden yang diberitakan.
Meski demikian, pegawai SPPG tersebut menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat yang merasa tersinggung.
Koordinator Regional BGN DIY, Wirandita Gagat Widyatmoko, menyatakan keprihatinan atas polemik video viral tersebut. Pada Sabtu (19/9/2026), ia menegaskan dugaan kasus keamanan pangan yang menimpa masyarakat harus disikapi dengan empati korban, sensitivitas, dan rasa hormat.
Menurut Gagat, pernyataan yang berpotensi menyinggung pihak terdampak perlu dihindari ketika penanganan kasus masih berlangsung.
BACA JUGA:Komposisi Susu MBG Disorot Sudaryono, BGN Tetapkan Kandungan Minimal Sebesar 80 Persen
BGN DIY mengingatkan bahwa setiap insiden terkait program MBG seharusnya menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran, bukan candaan di ruang publik. Sebagai mitigasi internal, jajaran BGN dan SPPG diminta lebih berhati-hati berkomunikasi, khususnya di media sosial.
Peringatan ini berlaku ketika masyarakat masih menunggu penanganan dan penjelasan atas suatu kasus. BGN juga menekankan pentingnya menjaga etika dan menghormati pihak terdampak dalam setiap respons kepada masyarakat.
Peringatan tersebut menempatkan komunikasi publik sebagai bagian dari tanggung jawab kelembagaan. Etika komunikasi dan penghormatan kepada pihak terdampak, kata Gagat, penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap program pemerintah serta memperkuat tata kelola kelembagaan dan disiplin komunikasi.