Komposisi Susu MBG Disorot Sudaryono, BGN Tetapkan Kandungan Minimal Sebesar 80 Persen
BGN siapkan aplikasi rating layanan MBG agar kepala sekolah bisa menilai kualitas menu, ketepatan waktu, dan pelayanan SPPG.-bgn.go.id/-bgn.go.id/
SEMARAKNEWS.CO.ID - Badan Gizi Nasional (BGN) mengancam menutup Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyajikan susu dengan komposisi dominan air dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Peringatan itu disampaikan Kepala BGN Sudaryono.
BGN menetapkan kandungan susu minimal dalam minuman yang diberikan kepada penerima MBG sebesar 80 persen. Ketentuan tersebut dibuat untuk menjaga agar menu susu tidak berubah menjadi minuman yang lebih banyak air dibandingkan bahan utama.
BACA JUGA:Ribut Definisi Orang Asli Papua, Tito dan Pigai Saling Sentil, DNA Ikut Diseret
Dalam video yang dikutip detikHealth, kualitas susu MBG menjadi bagian yang akan diawasi. SPPG yang terbukti memberikan sajian tidak sesuai standar dapat dikenai sanksi paling tegas berupa penutupan layanan.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa pelaksanaan MBG tidak hanya dinilai dari ada atau tidaknya susu dalam paket makanan. Komposisi dan mutu bahan juga menjadi perhatian karena program ditujukan untuk memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat.
Susu yang terlalu encer berpotensi mengurangi kandungan gizi yang seharusnya diterima. Karena itu, angka 80 persen dijadikan batas minimal dalam arahan BGN kepada pengelola SPPG.
BACA JUGA:Penyelam Profesional Belum Dikerahkan Cari Penumpang KM Virgo Transport 8
Pengawasan di lapangan menjadi penting karena SPPG berperan langsung menyiapkan makanan dan minuman bagi peserta program. Setiap unit diharapkan mengikuti ketentuan yang sama agar kualitas menu tidak berbeda terlalu jauh antarwilayah.
Ancaman penutupan SPPG pelanggar aturan susu juga menjadi sinyal bahwa BGN ingin mencegah praktik pengurangan mutu. Sanksi dapat diterapkan jika pemeriksaan menemukan sajian yang tidak memenuhi persyaratan.
Masyarakat dapat ikut memperhatikan kualitas menu yang diterima dan melaporkan dugaan pelanggaran melalui kanal resmi. Namun, penilaian akhir tetap memerlukan pemeriksaan dan verifikasi dari pihak berwenang.
Standar komposisi tersebut diharapkan membuat program MBG berjalan sesuai tujuan awal, yakni menghadirkan makanan dan minuman yang bergizi bagi penerima. Kepatuhan pengelola menjadi bagian penting dari keberlanjutan layanan.
Pemeriksaan kualitas tidak hanya menyangkut bahan, tetapi juga proses penyimpanan, pencampuran, dan distribusi. Setiap tahapan perlu mengikuti standar agar kandungan yang diterima peserta tetap sesuai ketentuan.
Evaluasi berkala terhadap SPPG diperlukan untuk memastikan aturan berjalan konsisten. Jika ditemukan ketidaksesuaian, pengelola dapat diminta memperbaiki proses sebelum layanan kembali diberikan.
Kepatuhan terhadap komposisi juga perlu dibarengi pencatatan distribusi agar setiap porsi dapat ditelusuri bila muncul keluhan.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-