Bea Cukai Disemprot, Suahasil Minta Pengawasan Jangan Cuma Galak Setelah Pelanggaran Terjadi

Senin 21-09-2026,13:05 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, Semaraknews.co.id — Menteri Keuangan Suahasil Nazara meminta pejabat baru di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai tidak menjalankan pengawasan dengan pola lama, yakni baru sibuk bergerak setelah pelanggaran terjadi. Menurut dia, pengawasan harus diperkuat sejak dari hulu agar potensi praktik ilegal bisa dicegah sebelum telanjur menjadi masalah.

Suahasil mengatakan Bea Cukai perlu memahami aktivitas ekonomi yang berada dalam wilayah pengawasannya. Dengan begitu, petugas tidak sekadar bertugas menangkap pelanggaran, tetapi juga mampu membaca pola dan mengidentifikasi risiko sejak awal.

“(Pengawasan) menjadi semakin tajam, berbasis risiko, mampu membaca pola, bukan hanya menindak setelah pelanggaran terjadi,” kata Suahasil setelah melantik 12 pejabat eselon II Kementerian Keuangan dan dua pejabat Sekretariat Komite Stabilitas Sistem Keuangan di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin, 21 September 2026.

Pelantikan tersebut menjadi bagian lanjutan dari proses pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama dan sejumlah posisi lain di lingkungan Kementerian Keuangan. Suahasil mengatakan agenda itu kembali digelar karena ada pejabat yang sebelumnya berhalangan menghadiri pelantikan.

“Yang sudah dilantik sebelumnya itu resmi, sah menjalankan tugas dan jabatannya masing-masing karena telah dilantik, ditetapkan, dilantik, dan berjalan,” ujarnya.

BACA JUGA:Menteri Keuangan Bongkar Kursi Pejabat, Mutasi dan Promosi Digelar, Pajak hingga Bea Cukai Ikut Dirombak

Selain pengisian jabatan, pelantikan dan mutasi kali ini juga merupakan tahapan lanjutan dari proses yang sebelumnya dibahas Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan bersama para pimpinan unit eselon I Kementerian Keuangan.

Suahasil menyebut proses tersebut penting untuk menjaga sistem merit di Kementerian Keuangan. Artinya, perpindahan dan promosi pejabat semestinya tidak sekadar urusan geser kursi, melainkan bagian dari mekanisme organisasi untuk menempatkan orang sesuai kinerja dan kapasitasnya.

Menurut Suahasil, pengisian jabatan dilakukan secara berjenjang dengan mempertimbangkan kinerja serta karakteristik masing-masing pegawai. Dari proses tersebut, para pegawai kemudian masuk dalam mekanisme talent management untuk dipertimbangkan menempati posisi tertentu.

“Sehingga kita bisa betul-betul memilih pejabat-pejabat yang akan menempati jabatan melalui proses mutasi maupun promosi yang berjalan secara sehat, kredibel, dan yang paling penting adalah dipahami oleh seluruh pejabat,” tuturnya.

Ia menegaskan, perombakan dan pengisian jabatan yang dilakukan kali ini pada dasarnya merupakan bagian dari upaya menjaga kesinambungan sekaligus kualitas organisasi Kementerian Keuangan.

Bagi Bea Cukai, pesan Suahasil cukup terang. Pengawasan tidak boleh cuma menjadi pekerjaan setelah pelanggaran terjadi. Kalau baru bergerak setelah barang ilegal lolos, uang negara bocor, atau aturan dilanggar, namanya bukan lagi membaca risiko, melainkan sibuk membereskan akibat.

Kategori :