SEMERAKNEWS.CO.ID – Kolesterol tinggi tidak hanya berkaitan dengan makanan. Tiga kebiasaan yang juga perlu diperhatikan ialah terlalu lama duduk, sering kurang tidur, dan melewatkan sarapan. Ketiganya disebut dapat berkaitan dengan memburuknya profil kolesterol, terutama bila berlangsung terus-menerus.
Kolesterol sebenarnya dibutuhkan tubuh untuk membentuk membran sel, hormon, vitamin D, dan asam empedu. Masalah muncul ketika kadar kolesterol, terutama LDL, terlalu tinggi sehingga dapat berkontribusi terhadap penumpukan plak di arteri.
Kadar kolesterol total ideal disebut berada di bawah 200 mg/dL. HDL minimal 40 mg/dL untuk pria dan 50 mg/dL untuk wanita, sedangkan LDL idealnya berada di bawah 100 mg/dL. Nilai tersebut tetap harus dibaca sesuai kondisi dan penilaian dokter.
Kebiasaan pertama adalah duduk terlalu lama meski seseorang sempat berolahraga. Kurang bergerak dapat menurunkan HDL dan enzim lipoprotein lipase yang membantu pengelolaan trigliserida. Masyarakat dianjurkan berdiri atau berjalan beberapa menit setiap jam.
Kebiasaan kedua ialah sering begadang dan kurang tidur. Artikel menyebut kurang tidur secara konsisten dapat meningkatkan LDL serta trigliserida. Rekomendasi umum yang dicantumkan adalah tidur 7–9 jam setiap malam, meski kebutuhan dapat berbeda.
BACA JUGA:Dokter Beri Isyarat Pengidap Diabetes Masih Boleh Makan Nasi Putih, Asalkan dengan Porsi Terukur
Kebiasaan ketiga adalah melewatkan sarapan. Tinjauan sistematis dan meta-analisis yang dikutip menemukan orang yang terbiasa tidak sarapan memiliki LDL sekitar 9 mg/dL lebih tinggi dibandingkan kelompok yang terbiasa sarapan.
Namun, hubungan tersebut tidak berarti melewatkan sarapan pasti membuat setiap orang mengalami kolesterol tinggi. Dampaknya disebut lebih terlihat pada individu dengan obesitas dan gaya hidup pasif.
Ahli gizi juga mengingatkan bahwa kolesterol makanan bukan satu-satunya faktor. Pola makan keseluruhan, terutama jumlah lemak jenuh dan serat, berperan penting dalam kesehatan jantung.
BACA JUGA:Berawal dari Riset NASA, Fotobiomodulasi Kini Masuk Dunia Perawatan Kulit, Begini Penjelasannya
Perubahan kebiasaan sebaiknya dilakukan bertahap. Memecah waktu duduk, memperbaiki jadwal tidur, dan memilih sarapan seimbang dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat. Pemeriksaan darah tetap diperlukan untuk mengetahui kadar kolesterol secara nyata.
Pemeriksaan profil lipid dapat membantu seseorang mengetahui kondisi sebenarnya, karena kolesterol tinggi sering tidak menimbulkan gejala. Hasil pemeriksaan perlu dibaca bersama riwayat keluarga, berat badan, tekanan darah, kebiasaan merokok, dan faktor risiko lain oleh tenaga kesehatan.