Berawal dari Riset NASA, Fotobiomodulasi Kini Masuk Dunia Perawatan Kulit, Begini Penjelasannya
Berawal dari Riset NASA, Fotobiomodulasi Kini Masuk Dunia Perawatan Kulit, Begini Penjelasannya -https://www.mcgill.ca/-https://www.mcgill.ca/
SEMARAKNEWS.CO.ID - Teknologi fotobiomodulasi yang berawal dari riset biostimulasi cahaya NASA kini diperkenalkan untuk perawatan kulit di Indonesia. Pendekatan ini tidak hanya menilai perubahan pada permukaan kulit, tetapi juga berusaha memahami respons biologis hingga tingkat sel.
Perangkat Celluma diluncurkan melalui PT Redo Marketing Indonesia. Teknologi tersebut dikembangkan dari riset biostimulasi cahaya yang sebelumnya berkaitan dengan kebutuhan astronot. Dalam penerapannya di bidang perawatan kulit berbasis cahaya, pendekatan ilmiah menjadi bagian penting yang ditekankan.
Peluncuran Celluma di Indonesia juga disertai pembentukan Celluma Indonesia Advisory Board. Jajaran tersebut beranggotakan tiga dokter senior, yakni dr M. Akbar Wedyadhana, dr Ruri Diah Pamela, dan dr Feilicia Henrica. Mereka diharapkan membantu memastikan teknologi digunakan secara tepat, termasuk dalam konteks iklim tropis Indonesia.
Dr Feilicia Henrica menjelaskan, pembahasan tidak berhenti pada pertanyaan mengenai apa yang dilakukan perangkat terhadap kulit. Perhatian juga diarahkan pada proses di dalam sel, termasuk cara energi cahaya berinteraksi dengan cellular chromophores dan bagaimana interaksi itu diterjemahkan menjadi respons biologis.
Konsep fotobiomodulasi atau PBM kemudian ditempatkan sebagai jembatan antara sains, teknologi, dan praktik klinis. Dengan cara pandang tersebut, PBM tidak diposisikan semata sebagai tren kecantikan, melainkan sebagai metode yang perlu dipahami mekanismenya dan ditopang bukti ilmiah.
Dr Ruri Diah Pamela menilai cara masyarakat memahami kulit sehat sedang berubah. Selama ini, perhatian sering diarahkan pada hal yang tampak di permukaan. Padahal, proses penuaan dan peremajaan kulit juga berkaitan dengan kondisi sel sebagai unit terkecil jaringan.
Dalam konteks tren longevity dan kecantikan, “glow” pun dipahami secara lebih luas. Kilau kulit bukan hanya efek visual, tetapi dapat menjadi gambaran dari kondisi sel kulit yang sehat dan berenergi. Namun, dokter menekankan pentingnya pendekatan yang rasional, aman, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Celluma Indonesia Advisory Board diharapkan membantu membangun standar penerapan yang relevan bagi masyarakat Indonesia. Dengan demikian, teknologi dari riset NASA itu tidak sekadar dibawa ke ruang perawatan, tetapi ditempatkan dalam kerangka pengetahuan, praktik profesional, dan kebutuhan kulit di lingkungan tropis. Evaluasi dokter membantu menentukan kecocokan perawatan bagi para pasien.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-