JAKARTA, Semaraknews.co.id — Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY datang ke rumah duka Guruh Soekarnoputra di Jalan Sriwijaya Raya, Jakarta Selatan, Sabtu, 26 September 2026. SBY datang bersama putra bungsunya, Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas, sekitar pukul 11.40 WIB.
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu tidak berlama-lama. Sekitar 15 menit berada di rumah duka, SBY kemudian meninggalkan lokasi. Namun sebelum pergi, ia menyempatkan diri mengenang sosok Guruh yang menurutnya punya tempat tersendiri dalam perjalanan seni dan budaya Indonesia.
Bagi SBY, Guruh bukan sekadar anak Presiden pertama sekaligus Proklamator Soekarno. Nama Guruh, kata dia, berdiri sendiri sebagai sosok yang memberikan sumbangsih besar terhadap perkembangan seni dan kebudayaan di Indonesia.
“Mas Guruh telah melakukan banyak hal untuk negeri ini, untuk saudara-saudara kita, rakyat Indonesia, melalui mahakaryanya di bidang seni,” tutur SBY.
SBY mengatakan dirinya memiliki sejumlah kenangan bersama Guruh karena keduanya sama-sama memiliki ketertarikan terhadap dunia seni. Salah satu momen yang masih diingatnya terjadi ketika SBY masih menjabat sebagai presiden dan secara khusus mengundang Guruh ke Istana Merdeka.
Pertemuan tersebut, kata SBY, bukan digunakan untuk membicarakan politik. Mereka justru berbincang panjang mengenai bagaimana seni dan kebudayaan bisa menjadi jalan untuk mendorong kemajuan bangsa.
BACA JUGA:El Nino Brutal, Hujan Indonesia Ikut Molor, BMKG Bongkar Ancaman Kemarau Makin Panjang
“Cukup lama kami berbincang-bincang tentang banyak hal, mendengarkan pikiran-pikiran beliau, bukan justru di bidang politik, tapi apa yang bisa dilakukan bangsa ini melalui pendekatan budaya,” ujar SBY.
Ada pula kenangan ketika SBY dan Guruh sama-sama menyumbangkan karya lukis dalam sebuah pameran yang digelar Kompas sekitar dua tahun lalu. Menariknya, keduanya ternyata memiliki selera yang relatif berdekatan dalam urusan lukisan, yakni aliran realis impresionis.
“Kalau tidak salah, Mas Guruh menyumbangkan dua lukisannya, saya juga sama,” kata SBY.
Bicara soal Guruh tentu tidak lengkap tanpa menyinggung karya-karyanya. SBY menyebut sejumlah karya yang paling ia sukai, termasuk lagu Kala Sang Surya Tenggelam serta Galih dan Ratna yang pernah dinyanyikan Chrisye.
“Mengenang Guruh Soekarnoputra adalah mengenang seniman budayawan besar Indonesia, mengenang seseorang yang sangat mencintai negaranya, memiliki nasionalisme yang positif, dadanya berkobar-kobar, apa yang bisa dilakukan oleh bangsa Indonesia,” tutur SBY.
Guruh Soekarnoputra meninggal dunia pada usia 73 tahun pada Sabtu dini hari di Rumah Sakit Siloam Semanggi, Jakarta. Putra bungsu Soekarno dan Fatmawati tersebut sempat menjalani perawatan selama beberapa hari setelah kondisi kesehatannya menurun.
BACA JUGA:Burung Migran Kehabisan Rumah, Habitat Digerus Industri dan Krisis Iklim
Kepergian Guruh kemudian membuat sejumlah tokoh nasional berdatangan ke rumah duka. Ketua Partai NasDem Surya Paloh, mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, hingga seniman Asri Welas terlihat hadir untuk memberikan penghormatan terakhir.