Prosesnya kemudian bergerak cepat ke rapat paripurna DPR. Rapat tersebut menyetujui Suyudi sebagai Kapolri untuk menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Ketua DPR Puan Maharani mengatakan surat persetujuan DPR akan segera ditandatangani untuk dikirim kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebut pelantikan Suyudi sebagai Kapolri dapat segera dilakukan setelah proses persetujuan DPR selesai.
“Insya Allah supaya tidak terjadi kekosongan nanti setelah penetapan ini saya tanda tangani sebagai ketua DPR dan saya kirimkan kepada Bapak Presiden insya Allah setelah dzuhur calon Kapolri akan segera dilantik oleh Bapak Presiden,” kata Puan dalam sidang paripurna.
Dengan begitu, janji Suyudi untuk membuktikan diri melalui kerja lapangan kini masuk ke babak yang sebenarnya. Sebab di ruang DPR, visi memang bisa dipaparkan dengan rapi dan program bisa disusun dalam enam poin. Persoalannya, masyarakat akan melihat apakah semua itu benar-benar berubah menjadi pelayanan polisi yang lebih bersih, penegakan hukum yang adil dan institusi yang lebih dipercaya.
Di tengah proses pergantian Kapolri tersebut, muncul pula informasi mengenai rencana penugasan baru bagi Listyo Sigit. Seorang pejabat di lingkaran Istana Kepresidenan menyebut pergantian Kapolri telah direncanakan sejak beberapa bulan sebelumnya dan Listyo disebut akan mendapat penugasan baru di lingkungan Presiden.
Informasi itu masih berupa keterangan sumber yang belum terkonfirmasi. Upaya konfirmasi kepada Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir disebut belum memperoleh jawaban.