JAKARTA, Semaraknews.co.id — Subaru tampaknya sedang menjalani fase ketika mobilnya tetap punya penggemar, tetapi angka penjualannya belum ikut berlari kencang. Di tengah penjualan yang melemah, Subaru Indonesia masih bertumpu pada dua ceruk utama, yakni sport utility vehicle atau SUV dan lini motorsport.
Executive General Manager Subaru Indonesia, Edward Kencono, mengatakan SUV masih menjadi salah satu tumpuan penjualan Subaru di Indonesia. Sementara untuk lini motorsport, BRZ dan WRX disebut masih menjadi model yang paling diminati.
“Untuk segmen motorsport, tentunya BRZ dan WRX memang masih favorit, sedangkan di SUV sebenarnya semua produknya favorit,” kata Edward saat presentasi peluncuran Subaru WRX di Mantra PIK 2, Jakarta, Sabtu, 3 Oktober 2026.
Pilihan SUV Subaru di Indonesia memang tidak terlalu banyak. Saat ini, perusahaan mengandalkan Forester dan Crosstrek. Crosstrek memiliki dimensi yang lebih kecil sehingga menyasar konsumen yang membutuhkan kendaraan untuk penggunaan harian sekaligus menjajal berbagai kondisi medan.
Namun Subaru tidak hanya menjual mobil dengan mengandalkan mesin dan kemampuan melibas jalan. Belakangan, perusahaan juga mencoba mendekatkan diri dengan gaya hidup penggemar kegiatan luar ruang melalui kolaborasi dengan sejumlah merek perlengkapan outdoor, seperti The North Face dan Thule.
“Tidak menutup kemungkinan nanti kami akan berkolaborasi dengan apparel atau brand yang lain,” ujar Edward.
Di tengah upaya tersebut, Subaru juga mencoba membuat produknya terasa lebih eksklusif. Dalam acara yang sama, Subaru meluncurkan WRX STI Cherry Red Sport Edition dengan harga Rp1,2 miliar. Model ini menjadi varian lain dari WRX yang sebelumnya hadir melalui WRX Cherry Blossom.
BACA JUGA:Beras Makin Mahal, 116 Daerah Kena Giliran Rakyat Dicekik Harga Pangan
Menariknya, Subaru hanya menyediakan satu unit untuk edisi tersebut. Sampai acara peluncuran berlangsung, mobil itu bahkan belum memiliki pembeli.
“Kami bikin cuma satu saja, spesial, sesuai nilai Subaru, unik dan spesial buat pemilik pertama nanti yang memiliki,” tutur Edward.
Strategi Subaru kemudian diperluas dari sekadar menjual mobil menjadi membangun komunitas. Pada Sabtu, perusahaan meluncurkan Subaruverse, sebuah ruang aktivitas yang dirancang untuk mempertemukan konsumen dengan berbagai kegiatan yang masih berkaitan dengan karakter Subaru.
Di dalamnya terdapat Subaru Speedverse untuk simulator balapan dan test drive, Subaru Wildverse untuk kegiatan berkendara AWD Challenge, Subaru Pawverse yang mengajak pemilik bermain bersama hewan peliharaan, serta Subaru Playverse sebagai ruang berkumpul sambil menikmati makanan dan live music.
“Lahir dari DNA Subaru yang sama, yaitu boxer engine, symmetrical all-wheel drive atau AWD, dan komitmen kami untuk selalu menghadirkan enjoyment dan juga peace of mind,” ujar Edward.
Masalahnya, semua jurus tersebut masih harus berhadapan dengan satu kenyataan yang agak susah diajak kompromi, yakni angka penjualan.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo, penjualan wholesales Subaru sepanjang Januari hingga Agustus 2026 hanya mencapai 127 unit. Angka itu turun cukup jauh dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 201 unit.