Survei Celios Bikin Istana Merinding, 75 Persen Warga Stres Hadapi Kebijakan Prabowo

Senin 12-10-2026,09:00 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

Ketika harga pangan meningkat dan pengeluaran wajib dirasakan semakin berat, ruang bagi rumah tangga untuk mengatur keuangan menjadi lebih terbatas. Kondisi tersebut dapat ikut menjelaskan mengapa penilaian terhadap keadaan ekonomi pribadi memburuk di kalangan responden survei.

Dukungan Pemilih Prabowo Ikut Dipertanyakan

Ketidakpuasan terhadap kondisi ekonomi dan kepemimpinan juga tercermin dalam jawaban responden mengenai pilihan politik pada pemilihan presiden mendatang.

Survei Celios mencatat 55 persen responden yang memilih Prabowo pada Pemilu 2024 menyatakan tidak akan memilihnya kembali. Sebanyak 27 persen menyatakan masih akan memberikan suara kepada Prabowo, sementara 19 persen lainnya belum menentukan pilihan atau tidak tahu.

Angka tersebut menunjukkan adanya jarak antara pilihan politik pada pemilu sebelumnya dan niat memilih kembali yang dinyatakan responden saat survei dilakukan. Meski demikian, niat memilih bukanlah hasil pemilu dan tidak bisa langsung diterjemahkan sebagai proyeksi hasil pemilihan presiden berikutnya.

Bagaimana Survei Celios Dilakukan?

Celios menyatakan penelitian ini merupakan kelanjutan evaluasi terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran setelah 100 hari dan satu tahun kepemimpinan. Proses penelitian berlangsung selama tiga bulan, mulai dari penyusunan kuesioner hingga pengumpulan data dan penulisan laporan.

Peneliti Celios Wahyu Media Askar menegaskan riset tersebut dilakukan secara independen tanpa pendanaan dari donor.

“Dalam konteks tata kelola riset ini, kami tidak dibiayai oleh lembaga atau donor mana pun. Semata-mata ini adalah kontribusi akademik yang kami lakukan untuk mengevaluasi pemerintahan Prabowo-Gibran,” ujar Media Askar, yang juga menjabat sebagai Menteri Perekonomian Kabinet Bayangan.

Ia mengatakan angka-angka dalam laporan tersebut merupakan hasil pengumpulan jawaban responden, bukan angka yang ditentukan oleh peneliti.

“Setiap angka yang lahir dari studi ini bukan angka dari kami—peneliti—melainkan ekspresi masyarakat dan para ahli yang kami libatkan,” ucapnya.

Dari sisi metodologi, peneliti Celios sekaligus Menteri Pertanian dan Kedaulatan Pangan Kabinet Bayangan Isnawati Hidayah menjelaskan bahwa survei masyarakat umum melibatkan 1.142 responden dari seluruh provinsi. Pengumpulan responden dilakukan melalui Meta Ads dengan metode non-probability sampling, kemudian dilengkapi pembobotan agar hasilnya disesuaikan dengan populasi penduduk berusia di atas 17 tahun.

Sementara itu, survei kelompok ahli melibatkan 129 responden dari berbagai disiplin ilmu dengan menggunakan teknik snowball sampling, yakni perekrutan responden melalui jaringan atau rekomendasi responden sebelumnya.

Celios juga menyatakan instrumen kuesioner telah melewati pengujian validitas dan reliabilitas, termasuk Cronbach’s Alpha, Kaiser-Meyer-Olkin, dan Bartlett’s test.

“Hasil pengujian konsisten menunjukkan bahwa instrumen survei yang digunakan andal (reliable) dan valid untuk menjawab tujuan riset ini,” ujar Isnawati.

Untuk pemeringkatan kinerja menteri, Celios mengadaptasi metode Borda Count melalui sistem positional scoring rule. Metode tersebut memberikan bobot berdasarkan posisi yang diberikan responden kepada setiap menteri, sehingga menteri yang konsisten menempati urutan atas memperoleh nilai lebih tinggi.

Kategori :