Nilai Prabowo-Gibran Ambruk di Survei Celios, Para Ahli Kasih Rapor Merah

Nilai Prabowo-Gibran Ambruk di Survei Celios, Para Ahli Kasih Rapor Merah

Survei Celios dan Kabinet Bayangan memberi nilai rendah bagi Prabowo-Gibran. Sebanyak 71 persen ahli menilai kepemimpinan presiden tidak memadai.-Foto: Antara-

JAKARTA, Semaraknews.co.id  — Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka belum berhasil mendulang penilaian memuaskan dalam survei evaluasi yang dirilis Kabinet Bayangan bersama Center of Economic and Law Studies (Celios). Nilai keduanya bahkan tidak menyentuh angka lima dari skala sepuluh, baik menurut kelompok ahli maupun masyarakat umum.

Direktur Eksekutif Celios sekaligus Menteri Keuangan dan Tata Kelola Anggaran Kabinet Bayangan, Bhima Yudhistira, memaparkan bahwa kalangan ahli memberikan nilai 2,8 untuk kinerja Prabowo dan 2,2 untuk Gibran. Sementara itu, masyarakat umum memberikan nilai 4,6 untuk Prabowo dan 4,9 untuk Gibran.

“Jadi keduanya sama-sama skornya sebenarnya di bawah angka 5,” kata Bhima dalam pemaparan survei secara daring, Ahad, 11 Oktober 2026.

Penilaian rendah tersebut juga terlihat dalam evaluasi terhadap kapasitas kepemimpinan presiden. Sebanyak 71 persen dari 129 responden ahli menilai kemampuan kepemimpinan Prabowo tidak memadai. Temuan ini menunjukkan bahwa penilaian kritis tidak hanya muncul dari masyarakat umum, tetapi juga dari kalangan yang memiliki latar belakang keahlian di berbagai disiplin ilmu.

Survei tersebut merupakan bagian dari evaluasi berkala terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran, setelah sebelumnya dilakukan pada 100 hari dan satu tahun masa kepemimpinan. Peneliti Celios, Wahyu Media Askar, mengatakan penelitian terbaru ini berlangsung selama tiga bulan, mulai dari penyusunan kuesioner, pengumpulan data, hingga penulisan laporan.

Media Askar menegaskan bahwa penelitian tersebut dikerjakan secara independen tanpa dukungan pendanaan donor.

“Jadi dalam konteks tata kelola studi riset ini tidak dibiayai oleh lembaga atau donor mana pun, semata ini adalah kontribusi akademik yang kami bisa lakukan untuk mengevaluasi pemerintahan Prabowo-Gibran,” kata Media Askar.

Ia juga menekankan bahwa skor yang muncul bukanlah penilaian subjektif para peneliti, melainkan hasil pengumpulan pandangan responden yang dilibatkan dalam studi tersebut.

BACA JUGA:Apindo Pasang Rem RUU Ketenagakerjaan, Jangan Sampai Pelindungan Pekerja Malah Bikin Lowongan Kerja Seret

“Dan satu catatan sederhana, saya hanya ingin sampaikan bahwa setiap angka yang lahir dari studi ini bukan angka dari kami peneliti, tetapi angka dari ekspresi masyarakat dan para ahli yang kami libatkan,” ujar Media Askar, yang juga menjabat Menteri Perekonomian Kabinet Bayangan.

Menurut dia, memasuki tahun kedua pemerintahan, masyarakat mulai merasakan dampak kebijakan secara lebih langsung. Masa ketika publik masih memberi ruang bagi pemerintahan baru untuk beradaptasi dinilai telah berlalu.

“Ini bukan lagi bulan madu pemerintah, tetapi masyarakat sudah merasakan dampaknya dari setiap kebijakan pemerintah,” kata Media Askar.

Dari sisi metodologi, Peneliti Celios sekaligus Menteri Pertanian dan Kedaulatan Pangan Kabinet Bayangan, Isnawati Hidayah, menjelaskan bahwa survei masyarakat umum melibatkan 1.142 responden dari seluruh provinsi di Indonesia. Pengumpulan responden dilakukan melalui Meta Ads dengan metode non-probability sampling, kemudian dilengkapi pembobotan agar hasilnya menyesuaikan struktur populasi penduduk berusia di atas 17 tahun.

Sementara itu, survei kelompok ahli melibatkan 129 responden dari beragam disiplin ilmu dengan metode snowball sampling, yakni perekrutan responden melalui jaringan responden sebelumnya.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya
Berita Terpopuler