Rocky Gerung Sebut Gaji Rp76,5 Juta Uang Receh, Iwan Piliang Sentil Keras: Jaga Bacot!

Rabu 14-10-2026,11:00 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, Semaraknews.co.id  — Barangkali Rp76,5 juta memang terlihat seperti uang receh kalau rekening sudah terbiasa melihat angka panjang. Namun, bagi masyarakat yang masih berjibaku dengan harga kebutuhan pokok dan penghasilan bulanan yang pas-pasan, nominal itu jelas bukan uang yang bisa dianggap enteng.

Pernyataan Rocky Gerung yang menyebut honorarium dan gajinya sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) sebesar Rp76,5 juta per bulan sebagai “uang receh” pun memantik kritik. Pegiat media sosial Narliswandi Piliang alias Iwan Piliang mengingatkan Rocky agar lebih berhati-hati berbicara setelah resmi masuk ke lingkaran pemerintahan.

“Uang itu relatif. Kalau sudah jadi pejabat publik, jaga mulut lo, RG. Tak usah bilang uang Rp76 juta itu receh. Jaga mulut, Rocky Gerung,” tegas Iwan melalui akun X pribadinya, dikutip Rabu, 14 Oktober 2026.

Bagi Iwan, persoalannya bukan semata-mata soal besar atau kecilnya penghasilan. Uang memang bisa terasa berbeda bagi setiap orang, tetapi menyebut puluhan juta rupiah sebagai recehan di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang beragam berisiko menimbulkan kesan bahwa pejabat tak lagi punya kepekaan terhadap kehidupan orang kebanyakan.

Iwan kemudian menggambarkan bagaimana nilai uang berubah mengikuti keadaan seseorang. Ketika kantong kosong, uang logam pun dicari. Sebaliknya, ketika harta berlimpah, lembaran uang bisa terasa tak lebih dari kertas yang memiliki angka.

“Uang itu relatif ketika dompet kosong, koin pun dikorek-korek. Kalau banyak, uang cuma kertas yang bisa diinjak. Toh, itu lembaran kertas yang diberi angka,” ujarnya.

Ia kembali mengingatkan Rocky bahwa posisi sebagai pejabat publik membawa tanggung jawab untuk mempertimbangkan dampak perkataan terhadap masyarakat. Menurut Iwan, warga dengan penghasilan rata-rata bisa merasa tersinggung ketika mendengar uang puluhan juta rupiah dianggap receh. Ia juga menyarankan Rocky agar tidak meremehkan kritik yang datang dari publik.

“Karena lo sudah jadi pejabat publik, tak perlu berkoar-koar bahwa Rp76 juta itu receh. Rata-rata warga pasti sakit hati membaca atau mendengar soal nominal uang itu. Sebaiknya, kalau ada yang mengkritik lo, tanggapi dengan lebih baik,” pungkas Iwan.

Sebelumnya, Rocky menjadi sorotan setelah menanggapi santai pembicaraan mengenai penghasilan yang diterimanya sebagai anggota Wantimpres. Ia menepis anggapan bahwa keputusannya bergabung dengan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto didorong oleh urusan ekonomi atau sekadar mencari nafkah.

“Rp76,5 juta itu uang receh. Silakan ambil saja kalau ada yang mau,” ujar Rocky.

Rocky juga menegaskan bahwa pengangkatannya sebagai anggota Wantimpres didasarkan pada kapasitas intelektual dan keahlian akademiknya. Ia menyebut Presiden Prabowo sendiri yang menyampaikan alasan tersebut.

“Saya diangkat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden karena kapasitas akademik, dan itu diucapkan oleh presiden,” kata Rocky.

Ia menegaskan bahwa dirinya tidak mewakili kepentingan kelompok tertentu di dalam Wantimpres. Menurut Rocky, posisinya bukan sebagai utusan organisasi kemasyarakatan, partai politik, kelompok keagamaan, maupun kalangan purnawirawan.

“Jadi saya tidak mewakili umat beragama, tidak mewakili mereka yang suka mengikuti hobi saya panjat tebing, tidak mewakili partai putih, tidak mewakili kalangan purnawirawan, dan tidak mewakili mantan pejabat,” tuturnya.

Meski kini berada di lingkungan pemerintahan, Rocky mengklaim tetap memiliki kebebasan untuk menyampaikan pemikirannya kepada publik. Namun, ia mengakui ada batas etik yang harus dijaga, terutama menyangkut nasihat strategis yang disampaikan kepada presiden.

Kategori :