Konten Inses Jadi Sorotan Polda Metro Jaya: Sangat Bahaya Dampaknya!

Konten Inses Jadi Sorotan Polda Metro Jaya: Sangat Bahaya Dampaknya!

Polda Metro Jaya Ajak Masyarakat Bijak Bermedia Sosial-@infojkt-Instagram

Langkah ini diharapkan dapat menjaga ruang siber tetap positif dan mencegah penyebaran informasi yang belum tentu kebenarannya

"Supaya ruang siber itu menjadi baik. Kemudian, hal-hal yang sensitif, terkait kasus ini kan norma-norma kesusilaan. Jangan sampai melanggar norma-norma kesusilaan, norma-norma hukum," katanya.

Terkait kasus konten hubungan sedarah atau inses, Polda Metro Jaya masih terus melakukan pendalaman penyelidikan. 

Sebelumnya, pihak kepolisian telah menyelidiki sebuah grup Facebook yang memuat konten inses dan tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial.

BACA JUGA:Klik Link DANA Kaget Spesial Weekend Sabtu 17 Mei 2025, Hadiah Cuan Senilai Rp 100.000

"Kami sudah berkoordinasi dengan Direktorat Siber Polda Metro Jaya akan menyelidiki dan mendalami tentang akun Facebook tersebut," kata Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat Bidang Humas Polda Metro Jaya AKBP Reonald Simanjuntak di Jakarta, Jumat, 16 Mei 2025.

Selain itu, Direktur Siber Polda Metro Jaya Kombes Polisi Roberto Pasaribu juga menyatakan bahwa akun bernama "Fantasi Sedarah" tersebut telah dihapus oleh Meta karena melanggar aturan.

Ade Ary juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan kejadian serupa, tanpa menyebarkan informasi tersebut secara luas di media sosial. 

"Nah itu disalurkan kepada institusi terkait yang berwenang menangani jadi bisa ditangani secara tuntas," ujar Ade

BACA JUGA:Link Nonton Drakor Shark 2: The Storm, Mantan Narapidana Meniti Karier Baru Sebagai Petarung MMA

Menurutnya, apabila masyarakat membagikan berita-berita tentang isu tersebut di media sosial dapat menimbulkan kegelisahan di kalangan pembaca, sehingga membuat ruang digital menjadi sulit dikendalikan.

"Justru langsung dilaporkan ke pihak terkait yang punya wewenang menangani terkait informasi apa yang sedang berkembang. Mungkin ini mungkin masyarakat niatnya mengedukasi hati-hati ini (group Facebook), tapi justru kadang-kadang membuat resah juga," ujar Ade.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya