Mikael Aldo Ciptakan Imajinasi dan Emosi Melalui Photobook Perdananya: PROPHECY

Mikael Aldo Ciptakan Imajinasi dan Emosi Melalui Photobook Perdananya: PROPHECY

Mikael Aldo Ciptakan Imajinasi dan Emosi Melalui Photobook Perdananya: PROPHECY---Dok. Istimewa

JAKARTA, SEMARAKNEWS.CO.ID - Fotografer muda Mikael Aldo resmi meluncurkan photobook perdananya yang bertajuk PROPHECY, hari ini.

Seri PROPHECY menghadirkan 80 karya foto yang merefleksikan proses memahami lebih dalam tentang emosi, serta betapa eratnya hubungan antara cara Aldo memproses perasaan dengan bagaimana ia menerjemahkannya ke dalam gambar.

Setiap foto yang dihadirkan pada buku ini merupakan potongan, momen, atau pertanyaan yang ditarik dari lanskap emosional pribadi, bukan untuk membentuk satu cerita utuh, melainkan untuk menghadirkan sebuah peta perjalanan tentang pertumbuhan, kebingungan, kejernihan, dan segala sesuatu yang berada di antaranya.

Karya-karya yang ditampilkan pada buku ini diselimuti kesan hazy dan deep, seperti halnya karya foto Aldo yang kerap ditemui pada berbagai kesempatan. “Puluhan karya yang saya tuangkan pada buku ini menggarisbawahi teknik konseptual juga surreal untuk merepresentasikan lapisan terluar dari emosi yang ingin ditampilkan. Sementara elemen portraiture dan still life juga tersebar pada sejumlah foto. Tujuan dari kombinasi seluruh elemen ini pada visi artistik saya adalah untuk secara efektif memaksimalkan pendekatan visual yang beragam dalam menyampaikan emosi yang berbeda-beda, dan tidak terpaku pada gaya yang bersifat singular.” jelas Mikael Aldo, fotografer di balik buku PROPHECY. 

Visual gelap yang mayoritas ditampilkan bukan merupakan upaya untuk memberikan kesan murung, tetapi menjadi penanda cara Aldo meramu imaji dengan emosi yang kerap terjadi secara retrospektif – maupun sebatas angan-angan. Menurutnya, karyanya selama ini secara konsisten merupakan sebuah pencarian untuk mengenal dirinya sendiri, dunia, serta hal-hal lain yang terjadi di antaranya. Karya fotografinya terbentuk oleh kompleksitas kehidupan, serta menginspirasinya untuk ‘membingkainya’ secara utuh lewat buku ini. 

BACA JUGA:Baru! Hyundai STARGAZER Berikan Tips Perjalanan Anti-Drama Bersama Si Kecil

Bertepatan dengan peluncuran photobook ini, Mikael Aldo juga menghadirkan sejumlah karya dari seri PROPHECY untuk dinikmati pada sebuah pameran fotografi imersif. Pameran bertajuk sama ini digelar selama sepekan mulai 14 Mei hingga 20 Mei 2025 di artsphere Gallery, Dharmawangsa, Jakarta Selatan. Pameran yang khusus menghadirkan 17 karya foto terpilih dari seri PROPHECY ini didesain untuk menjadi ‘gerbang masuk’ yang secara langsung dapat membawa pengunjung menyelami lanskap emosional dari buku PROPHECY. Kendati demikian, pameran ini membawa pendekatan yang cukup berbeda dengan sang antologi visual, di mana pengunjung diajak untuk ‘berdialog’ dengan karyanya lewat ruang pamer spasial, sementara buku PROPHECY membawa pembaca untuk secara perlahan merefleksikan lembar demi lembarnya.

"Melalui pameran ini, saya ingin menciptakan ruang bersama di mana emosi-emosi batin bisa diresapi secara berbeda. Setiap karya mengajak pengunjung melewati transisi, dari keterasingan menuju harapan, dari kerentanan menuju pemulihan, dari kecemasan menuju kedamaian yang rapuh. Emosi dihadirkan melalui beberapa layer, seringkali membawa kontradiksi dan meninggalkan jejak antara satu sama lain. Pameran ini bukan sekadar rangkuman dari buku, melainkan sebuah emotional architecture, dan saya mengajak para pengunjung untuk mengenal proses saya mempelajari emosi." papar Aldo. 

Senada dengan premis yang ditawarkan pada seri PROPHECY, proses menciptakan delapan-puluh karya foto yang ada pada buku juga membawa Aldo ke berbagai belahan Nusantara, seperti Gunung Lawu dan Kerinci, hingga pesisir Pantai Sawarna yang menjadi latar apik foto-foto pada buku ini. “Sebagai seorang fotografer, saya berupaya untuk merespon berbagai situasi dan pengalaman dengan sigap dan menuangkannya melalui bahasa visual. Contohnya saat mendaki Gunung Lawu ditemani dengan kamera saya. Awalnya, saya tidak berniat memotret untuk seri ini, namun suasana di perjalanan menginspirasi saya untuk membuat sebuah foto yang eventually menjadi bagian dari seri ini. Semuanya bukanlah ketidaksengajaan, tetapi saya bersyukur memiliki kesempatan untuk melebur cerita-cerita konseptual dengan spontanitas yang ada.” kenangnya. 

Pada seri ini, Aldo berkolaborasi dengan sejumlah figur kreatif tanah air seperti aktor Muhammad Khan serta fotografer Meidiana Tahir dan Nadia Rompas, sedangkan tatanan gaya pada seri ini diramu oleh Hafiz Akhbar. Fotografer muda ini menganggap milestone ini merupakan sebuah permulaan, “Saya tidak ingin terburu-buru; bagi saya, karya yang dihasilkan secara perlahan dan tenang adalah yang paling bermakna. Saat ini, fokus saya adalah kembali pada alasan awal saya berkarya: menciptakan karya fotografi yang menjadi ruang bagi perasaan. Saya ingin terus merangkai dunia-dunia emosional tempat orang bisa menemukan bagian dari dirinya, dan perjalanan ini baru dimulai. Masih banyak ruang untuk saya jelajahi dan ciptakan ke depan,” pungkas Aldo. 

Photobook PROPHECY karya Mikael Aldo kini tersedia untuk pre-order melalui tautan ini. Buku ini hadir dalam dua pilihan edisi: The Core Edition, edisi kolektor terbatas hanya 50 kopi, dilengkapi dengan slipcase eksklusif, print foto pilihan, stempel resmi, serta ditandatangani langsung oleh Mikael Aldo dan bernomor edisi; dan, The Layers Edition, untuk menikmati rangkaian karya visual Mikael Aldo yang sarat makna dan emosi.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya