Ramai Disorot Media Asing! Generasi Muda Indonesia Disebut Susah Cari Kerja, Begini Tanggapan Pemerintah
Ramai Disorot Media Asing! Generasi Muda Indonesia Disebut Susah Cari Kerja, Begini Tanggapan Pemerintah---Istimewa
Menanggapi masalah tingginya angka pengangguran dari kalangan sarjana, Noudhy menyampaikan bahwa pemerintah sedang menyusun strategi khusus yang memungkinkan lulusan perguruan tinggi untuk memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan kompetensi dan latar belakang keilmuan mereka.
Data menunjukkan bahwa dari total 7,28 juta pengangguran di Indonesia, sekitar 1 juta di antaranya merupakan lulusan universitas.
Oleh karena itu, kualitas pekerjaan yang ditawarkan pemerintah akan disesuaikan dengan keahlian teknis dan kapasitas individu, agar sumber daya manusia yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Lebih lanjut, Noudhy menjelaskan bahwa inisiatif seperti program Koperasi Desa Merah Putih menjadi bukti konkret dari komitmen pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja di akar rumput.
“Program ini bukan hanya menciptakan lapangan kerja, tapi juga menjamin kualitasnya. Harapannya, pendapatan masyarakat di seluruh pelosok negeri dapat terdistribusi secara lebih merata dan adil,” tegasnya.
Sementara itu, laporan dari ISEAS–Yusof Ishak Institute yang berbasis di Singapura juga turut menyoroti tingkat pesimisme generasi muda Indonesia terhadap masa depan ekonomi negara.
Dalam survei tersebut, hanya sekitar 58 persen responden muda Indonesia yang menyatakan optimis terhadap kebijakan ekonomi pemerintah.
Angka ini jauh di bawah rata-rata 75 persen dari enam negara Asia Tenggara lainnya, seperti Thailand, Malaysia, Vietnam, Singapura, dan Filipina. Tingginya pesimisme ini disinyalir berkaitan erat dengan kesulitan yang dialami anak muda dalam mendapatkan pekerjaan yang sesuai, terutama di tengah ketatnya persaingan kerja dan keterbatasan akses terhadap pelatihan keterampilan.
BACA JUGA:Gagasan Mengejutkan Prabowo! Obat Gratis Bakal Dibagikan Kepada Rakyat Miskin Jika Hal Ini Terpenuhi
Pemerintah berharap, dengan implementasi kebijakan yang tepat sasaran serta sinergi antarlembaga, krisis pengangguran khususnya di kalangan pemuda bisa teratasi secara bertahap.
Program-program pelatihan vokasi, pembukaan koperasi produktif, serta pembangunan industri berbasis daerah diharapkan mampu menjadi solusi konkret dalam menjawab tantangan ini.
Dengan berbagai program yang telah dirancang, pemerintah berharap mampu menjawab keresahan publik, khususnya generasi muda yang tengah berjuang mendapatkan pekerjaan sesuai kompetensinya.
Kini, tinggal menunggu bukti nyata, apakah strategi ini benar-benar menyerap pengangguran atau hanya janji belaka.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-