Ramai Disorot Media Asing! Generasi Muda Indonesia Disebut Susah Cari Kerja, Begini Tanggapan Pemerintah

Ramai Disorot Media Asing! Generasi Muda Indonesia Disebut Susah Cari Kerja, Begini Tanggapan Pemerintah

Ramai Disorot Media Asing! Generasi Muda Indonesia Disebut Susah Cari Kerja, Begini Tanggapan Pemerintah---Istimewa

JAKARTA, SEMARAKNEWS.CO.ID - Sorotan tajam media asing terhadap generasi muda Indonesia kembali menjadi perbincangan hangat.

Generasi muda dinilai sulit dapat pekerjaan meski pendidikan mereka semakin tinggi sekarang.

Pemerintah pun buka suara, menegaskan komitmennya atasi tantangan ketenagakerjaan nasional.

BACA JUGA:Link Film In Time: Ketika Detik Adalah Nyawa, dan Abadi Adalah Hak Istimewa

Pemerintah Indonesia akhirnya buka suara menanggapi sorotan media internasional yang menyoroti persoalan serius terkait pengangguran dan sulitnya mencari pekerjaan di dalam negeri. 

Salah satu media asing yang menyoroti kondisi ini adalah Al Jazeera, yang menyebut Indonesia sebagai salah satu negara dengan tingkat pengangguran pemuda tertinggi di kawasan Asia. 

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran, terutama karena data menunjukkan bahwa 16 persen dari lebih 44 juta penduduk Indonesia yang tergolong dalam kelompok Gen Z saat ini tidak memiliki pekerjaan tetap maupun akses kerja layak.

Menanggapi hal tersebut, Deputi Diseminasi dan Media Informasi Kantor Komunikasi Presiden (PCO), Noudhy Valdryno, menegaskan bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan prioritas utama untuk membuka lapangan kerja seluas-luasnya. 

BACA JUGA:Modus Pengoplosan Beras Terbongkar, Tito Karnavian Soroti Kerugian Negara dan Kenaikan Harga

Fokus ini menjadi bagian penting dari visi besar Presiden yang tertuang dalam delapan poin Asta Cita, 17 program prioritas nasional, serta delapan program hasil terbaik cepat. 

Semua kebijakan ini dirancang agar mampu menjawab tantangan zaman, termasuk mempercepat pertumbuhan ekonomi sekaligus menciptakan pekerjaan layak dan merata di seluruh wilayah Indonesia.

"Pemerintah fokus untuk melakukan program-program yang dapat membuka lapangan kerja," ujar Noudhy saat ditemui di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta Selatan, Rabu 23 Juli 2025.

Ia menegaskan bahwa seluruh program yang digagas bertujuan memberikan efek ganda atau multiplier effect di berbagai daerah, agar pembukaan lapangan kerja tidak lagi terpusat hanya di kota-kota besar, melainkan juga menjangkau wilayah pedesaan.

BACA JUGA:Buruan Klaim Link DANA Kaget Rabu 23 Juli 2025 Rp 100.000: Berlaku Hanya Hari Ini!

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya