Sorotan Tajam Rocky Gerung terhadap Vonis Tom Lembong, Mengurai Keanehan di Balik Putusan Hakim
Sorotan Tajam Rocky Gerung terhadap Vonis Tom Lembong, Mengurai Keanehan di Balik Putusan Hakim-Ilustrasi-Istimewa
Dengan demikian, secara logis hakim yang bersangkutan dapat dicap sebagai seorang komunis menurut pandangannya.
“Coba kita ikuti logika filosofinya ya. Kalau kapitalis dinyatakan salah oleh hakim, maka si hakim itu komunis,” jelasnya.
Pernyataan Rocky menyimpulkan bahwa dasar ontologi kasus ini berada dalam kondisi yang sangat kacau, dan landasan epistemologinya juga mengalami kerusakan parah.
Ia menegaskan bahwa hal ini hanyalah manifestasi dari ambisi yang kuat untuk menjatuhkan hukuman, tanpa didasari prinsip kebenaran.
BACA JUGA:GIIAS 2025 Dibuka Menteri Perindustrian RI, Sorotan pada Mobil Listrik dan Inovasi Otomotif
“Jadi betul-betul ontologinya kacau, epistemologinya juga rusak, hanya karena ambisi untuk menghukum,” ujarnya.
Kritik tajam Rocky Gerung terhadap vonis Tom Lembong ini memunculkan perdebatan filosofis yang mendalam mengenai sistem hukum dan ideologi di Indonesia.
Ia menilai putusan tersebut "lucu" karena menghukum seorang kapitalis tanpa adanya niat jahat.
Selain itu, kritik tersebut juga dikaitkan dengan asumsi "komunis" terhadap hakim, menunjukkan adanya ketidakpuasan serius terhadap landasan putusan tersebut.
Polemik ini berpotensi memicu diskusi lebih lanjut tentang keadilan dan ambisi yang mungkin ada di balik penegakan hukum, khususnya dalam kasus-kasus korupsi besar.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-