PNIB Apresiasi Langkah Densus 88 Tangkap ASN Terkait Jaringan Terorisme NII di Banda Aceh

PNIB Apresiasi Langkah Densus 88 Tangkap ASN Terkait Jaringan Terorisme NII di Banda Aceh

PNIB Apresiasi Langkah Densus 88 Tangkap ASN Terkait Jaringan Terorisme NII di Banda Aceh---Dok. Istimewa

JAKARTA, SEMARAKNEWS.CO.ID - Ketua Umum Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB), AR Waluyo Wasis Nugroho atau yang akrab disapa Gus Wal, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri.

Ia mengapresiasi atas langkah cepat dan tegas dalam menangani dugaan jaringan terorisme yang menyeret dua Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Banda Aceh.

Kedua ASN tersebut diduga terlibat dalam jaringan Negara Islam Indonesia (NII) dan kini telah diamankan serta menjalani proses hukum oleh aparat berwenang.

"Penangkapan ini menjadi bukti nyata bahwa Indonesia sesungguhnya sedang dalam kondisi darurat terorisme, meskipun tidak selalu terlihat di permukaan,” kata Gus Wal dalam pernyataannya, Kamis 7 Agustus 2025.

BACA JUGA:BEM PTNU Bekasi Ikut Kirab Merah Putih dari PNIB, Demi Keharomnisan dan Kondusifitas di Hari Kemerdekaan!

Dukung Langkah Tegas Densus 88

PNIB menilai tindakan Densus 88 sebagai langkah konkret dalam memberantas radikalisme dan terorisme, bahkan hingga menyasar lingkungan birokrasi pemerintahan.

"Terima kasih Densus 88 yang tak kenal lelah menjaga Indonesia dari ancaman terorisme dari Aceh sampai Papua,” ujarnya.

Menurut Gus Wal, kasus ini menjadi alarm bagi semua pihak, bahwa kelompok radikal dan pendukung ideologi khilafah bisa menyusup ke berbagai lini strategis, termasuk struktur pemerintahan.

BACA JUGA:PNIB Minta Rakyat Kawal Konstitusi Kembali ke Pancasila dan UUD 45: NKRI Bukan Milik Keluarga!

Seruan Waspada terhadap Ancaman Khilafah dan Intoleransi

PNIB menyerukan kepada seluruh elemen bangsa untuk mendukung penuh langkah-langkah Densus 88, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap infiltrasi ideologi khilafah, HTI, NII, dan sejenisnya yang berpotensi memecah belah bangsa.

"Negara ini dibangun dengan darah dan perjuangan para pahlawan. Jangan biarkan kelompok-kelompok radikal menghancurkan fondasi bangsa yang telah diperjuangkan para pendiri negara,” tegas Gus Wal.

PNIB juga menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra strategis Densus 88, BNPT, TNI, dan Polri dalam menyebarkan nilai-nilai toleransi, kebhinekaan, dan semangat kebangsaan di tengah masyarakat.

BACA JUGA:PNIB Tolak Penceramah Kasar Penebar Kebencian: Kita Butuh Pendakwah Pribumi yang Santun!

Usulan Hari Toleransi Nasional

Sebagai bentuk konsistensi dalam perjuangan melawan radikalisme, PNIB mengusulkan kepada pemerintah agar menetapkan tanggal 16 November sebagai Hari Toleransi Nasional.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya