Pagelaran Sabang Merauke–The Indonesia Broadway Tampilkan Preview Spektakuler Segmen All Sumatera di Yogyakarta

Pagelaran Sabang Merauke–The Indonesia Broadway Tampilkan Preview Spektakuler Segmen All Sumatera di Yogyakarta

Pagelaran Sabang Merauke–The Indonesia Broadway Tampilkan Preview Spektakuler Segmen All Sumatera di Yogyakarta---Dok. Istimewa

JAKARTA, SEMARAKNEWS.CO.ID - Setelah dua bulan latihan intensif, para penari Pagelaran Sabang MeraukeThe Indonesia Broadway menampilkan Public Preview segmen All Sumatera di Graha Wana Bakti Yasa, Yogyakarta.

Acara ini menjadi momen penting sebelum pentas utama yang akan digelar di Indonesia Arena, Jakarta, pada 23–24 Agustus 2025.

Public preview ini menjadi ajang evaluasi kekompakan penari dan tim kreatif sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat untuk menyaksikan langsung energi, semangat, dan detail koreografi yang disiapkan dengan cermat.

Antusiasme tinggi penonton menambah semarak latihan terbuka tersebut.

BACA JUGA:Porsche Leipzig Produksi Macan ke-1 Juta, Perayaan Sejarah SUV Kompak Legendaris

Menampilkan 167 Penari dari Total 351 Peserta

Silvi Liswanda, Wakil Presiden Direktur & Deputy CEO iForte sekaligus Executive Producer PSM, menyampaikan kebanggaannya.

"Dari total 351 penari, sebanyak 167 menampilkan segmen All Sumatera sebagai cuplikan kemegahan Pagelaran Sabang Merauke nanti. Masih ada waktu satu bulan menuju pementasan utama, dan kami menyiapkan banyak kejutan. Melalui public preview ini, kami ingin mengajak masyarakat merasakan antusiasme dan energi para penari yang berlatih hingga sembilan jam setiap harinya,” ujarnya.

30% dari Cerita Besar Hikayat Nusantara

Sutradara PSM, Rusmedie Agus, menjelaskan bahwa preview ini hanya menampilkan sekitar 30% dari keseluruhan cerita Hikayat Nusantara. Segmen ini menghadirkan karakter Yuyu Kangkang bersama pasukan Buto Gedrug, Buto Wayang Orang, dan siluman Yuyu sebagai simbol bahaya laten. Kisah Malin Kundang juga diangkat, dihidupkan kembali oleh Kanastren, istri Semar, yang kemudian mengadakan karnaval besar di Pulau Andalas sebagai bentuk penyesalan kepada ibunya.

BACA JUGA:AION V Modifikasi Tampil Gagah di GIIAS 2025, Bukti Mobil Listrik Siap Berpetualang

Kolaborasi Tari Tradisional dan Modern

Karnaval menampilkan tarian tradisional dari Aceh hingga Lampung, seperti Ratoh Djaroe, Seudati, Tor-Tor, Tari Cawan, Zapin, dan Melayu, yang berpadu dengan tarian modern seperti jazz latin, balet, dan hip hop. Iringan lagu daerah dari berbagai provinsi, termasuk Bungong Jeumpa, Butet, Gending Sriwijaya, dan Kambanglah Bungo, diaransemen apik oleh Elwin Hendrijanto bersama musisi tradisional nusantara di bawah pimpinan Kidung Basuki.

Lead koreografer Sandhidea Cahyo Nurpati mengungkapkan bahwa segmen ini menampilkan 35 koreografi dari total hampir 100 yang akan dipentaskan. Tim melakukan riset langsung ke daerah asal tarian untuk menjaga otentisitas gerak sambil memadukan unsur modern.

BACA JUGA:AION UT Raih Gelar Most Driven EV di GIIAS 2025, Bukti Minat Tinggi Pasar Indonesia

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya