Maulid Nabi dan Harlah Gus Dur, PNIB Ajak Umat Teladani Spirit Kemanusiaan
Maulid Nabi dan Harlah Gus Dur, PNIB Ajak Umat Teladani Spirit Kemanusiaan---Dok. Istimewa
JAKARTA, SEMARAKNEWS.CO.ID - Bulan September menjadi momen istimewa bagi umat muslim, baik di Indonesia maupun dunia.
Tahun ini, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada 4 September berdekatan dengan hari lahir Presiden ke-4 Republik Indonesia, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), pada 7 September 2025.
Ketua Umum Ormas Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB), AR Waluyo Wasis Nugroho atau yang akrab disapa Gus Wal, menilai momen ini sebagai pengingat akan keteladanan dua sosok besar tersebut.
“Bukan bermaksud menyamakan Nabi Muhammad SAW dengan Gus Dur, tetapi berdekatan dengan bulan kelahiran ini kita diingatkan pada jasa dan perjuangan mereka bagi umat. Nabi Muhammad SAW adalah panutan Gus Dur. Maka meneladani Gus Dur bagi pengikutnya juga bagian dari meneladani Nabi Muhammad SAW,” ujar Gus Wal kepada awak media.
BACA JUGA:CryptoBot Trading Otomatis 2025: Cara Kerja, Jenis, Manfaat, Risiko, dan Tips Aman Menggunakannya
Gus Dur, Guru Bangsa dan Bapak Toleransi
Menurut Gus Wal, keteladanan paling nyata dari Gus Dur adalah keberpihakan kepada kaum lemah yang ia perjuangkan secara konsisten semasa hidup.
“Gus Dur diakui sebagai Guru Bangsa, Bapak Toleransi, sekaligus pembela kaum minoritas. Beliau tidak hanya berbicara, tetapi menunjukkan sikap nyata dalam perkataan dan tindakan. Sosok seperti Gus Dur sangat langka di era modern, karena beliau bahkan rela dilengserkan demi menjaga persatuan bangsa,” jelasnya.
Sejarah juga mencatat keberanian Gus Dur dalam melawan tirani kekuasaan, baik saat berada di luar pemerintahan maupun ketika menjabat sebagai presiden.
“Perjuangan Gus Dur adalah melawan sistem yang menindas rakyat, bukan sekadar melawan elite politik yang merancang pelengserannya. Ia memberi teladan agar umat tidak takut melawan penindasan,” imbuh Gus Wal.
BACA JUGA:Kisruh Ferry Irwandi, Menhan Lempar Kasus ke Panglima TNI
Teladani Spirit Kemanusiaan
Gus Wal mengingatkan masyarakat Indonesia agar terus menjaga semangat dan ajaran Gus Dur yang bersumber dari Rasulullah SAW. Ia menekankan pentingnya nilai kemanusiaan sebagai dasar persatuan bangsa.
“Kalimat Ali bin Abi Thalib, ‘Jika dia bukan saudaramu dalam agama, maka dia adalah saudaramu dalam kemanusiaan’, benar-benar diterapkan oleh Gus Dur. Nilai kemanusiaan ini seharusnya menjadi pijakan bangsa yang majemuk seperti Indonesia. Namun kini, banyak orang lebih mengejar kekuasaan dengan mengorbankan kemanusiaan,” terang Gus Wal.
Jaga Persatuan dan Tolak Intoleransi
Dalam momentum Maulid Nabi Muhammad SAW dan Harlah Gus Dur, PNIB mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk meneladani perjuangan keduanya.
“Ngalap berkah dari Maulid Nabi dan kelahiran Gus Dur, mari kita utamakan persatuan dan perdamaian di atas segalanya. Jagalah desa dan kampung dari ancaman intoleransi, ideologi khilafah, serta terorisme yang hanya menimbulkan anarkisme dan merugikan bangsa,” pungkas Gus Wal.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-