PNIB Desak Polri Tindak Tegas Bahar Smith, Dinilai Timbulkan Polemik di Ramadhan 2026

PNIB Desak Polri Tindak Tegas Bahar Smith, Dinilai Timbulkan Polemik di Ramadhan 2026

Video Ceramah Viral, PNIB Nilai Bahar Smith Ganggu Persatuan Bangsa---Dok. Istimewa

JAKARTA, SEMARAKNEWS.CO.ID - PNIB (Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu) mendesak Polri segera mengambil langkah tegas terhadap Bahar Smith menyusul beredarnya potongan video ceramah yang viral di media sosial dan memicu polemik publik di momentum Ramadhan 2026.

Desakan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu, AR Waluyo Wasis Nugroho yang akrab disapa Gus Wal.

Ia menilai pernyataan dalam video ceramah yang beredar berpotensi menimbulkan kegaduhan serta merusak persatuan bangsa.

BACA JUGA:GIICOMVEC 2026 Pindah ke JIExpo, Ekspor Kendaraan Komersial Indonesia Siap Meledak!

PNIB Soroti Konten Ceramah yang Viral

Menurut PNIB, potongan ceramah Bahar Smith yang viral di media sosial mengandung narasi yang dinilai provokatif dan berisiko memperkeruh suasana kebangsaan.

Terlebih, pernyataan tersebut muncul di bulan suci Ramadhan 2026 yang seharusnya menjadi momentum memperkuat persaudaraan dan ketenangan sosial.

Gus Wal menyampaikan bahwa ruang publik perlu dijaga dari narasi yang berpotensi memicu perpecahan. Ia menekankan pentingnya peran aparat penegak hukum dalam memastikan situasi tetap kondusif.

"PNIB menilai sikap yang disampaikan dalam ceramah tersebut berpotensi menumbuhkan kebencian dan memecah belah masyarakat. Ini perlu menjadi perhatian serius aparat penegak hukum,” ujar Gus Wal dalam keterangan tertulisnya.

BACA JUGA:Gus Wal Serukan Perawatan Alam Lewat Kirab Merah Putih PNIB 14 Desember 2025

Minta Penegakan Hukum Transparan dan Profesional

PNIB juga menyoroti rekam jejak hukum Bahar Smith yang sebelumnya pernah tersangkut kasus pidana.

Oleh karena itu, organisasi tersebut meminta Kepolisian Negara Republik Indonesia bertindak cepat, profesional, dan transparan dalam menangani persoalan ini.

Menurut PNIB, penegakan hukum yang tegas menjadi penting untuk menjaga wibawa negara sekaligus memastikan stabilitas sosial tetap terjaga selama Ramadhan 2026. Mereka mengklaim menerima aspirasi dari berbagai elemen masyarakat yang meminta proses hukum dilakukan secara adil sesuai peraturan perundang-undangan.

Tegaskan Komitmen Lawan Intoleransi dan Radikalisme

Dalam pernyataannya, PNIB menilai pola ceramah yang keras dan konfrontatif tidak sejalan dengan semangat Islam rahmatan lil alamin serta nilai-nilai kebangsaan Indonesia.

Organisasi tersebut menegaskan komitmennya untuk terus mengawal ruang publik agar tidak dipenuhi ujaran yang berpotensi mengarah pada intoleransi, radikalisme, maupun tindakan yang mengganggu ketertiban umum.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya