Gibran Nyekar ke Rumah SBY, Jokowi: Jangan Bayangin Anak Saya Masih Minta Restu
Gibran kunjungi rumah SBY, Jokowi santai bilang anaknya sudah bisa ambil keputusan sendiri tanpa restu ayah.-Foto: Dok. Sekretariat Wakil Presiden RI-
JAKARTA, Semaraknews.co.id – Eks presiden Joko Widodo atau Jokowi akhirnya buka suara soal safari politik putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka, yang mampir ke rumah Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Jokowi menilai langkah Gibran itu sah-sah saja, bahkan ia menyebutnya sebagai sesuatu yang positif.
“Sangat bagus. Junior ketemu senior biar mendapatkan wejangan-wejangan saran-saran untuk kebaikan,” ujar Jokowi ketika dicegat wartawan di Solo, Jawa Tengah, Jumat, 12 September 2025.
Kalau kata Jokowi, jangan buru-buru menyangka ada arahan dari dirinya di balik langkah politik putranya itu. Ia memastikan tak ada komunikasi khusus soal rencana kunjungan Gibran ke kediaman SBY di Cikeas. Dengan kata lain, si anak jalan sendiri, tak lagi nebeng kompas dari bapaknya.
“Enggak pernah (komunikasi dengan Gibran terkait kunjungan ke kediaman SBY),” ucap Jokowi.
BACA JUGA:Gen Z Nepal Bisa Gulingkan Perdana Menteri, Mahasiswa Indonesia Masih Gulingkan Spanduk di Senayan
Mantan wali kota Solo itu menambahkan, anak-anaknya kini sudah punya keluarga masing-masing, jadi tak perlu terus-terusan minta restu bapak untuk tiap gerakan. Kalimatnya bahkan terdengar tegas, seolah ingin meluruskan anggapan publik bahwa dinasti politik ala keluarga Jokowi selalu bergerak atas arahan sang kepala keluarga.
“Jangan membayangkan anak-anak saya itu. Tidak pernah yang namanya (minta restu), semuanya sudah memiliki keluarga masing-masing, semuanya sudah bisa memutuskan, keputusan masing-masing,” katanya.
Safari Gibran sendiri terjadi Selasa, 9 September 2025. Video pertemuan itu sempat diunggah akun resmi Sekretariat Wakil Presiden @setwapres.ri. Dalam rekaman itu tampak Gibran datang ke Cikeas bersama sang istri, Selvi Ananda, dengan busana batik bernuansa cokelat.
Begitu masuk halaman rumah, Gibran langsung disambut SBY yang tampil dengan batik ungu khas bapak-bapak elegan. Adegan klasik pun terjadi: Gibran menyalami sekaligus mencium tangan SBY—gestur yang di dunia politik bisa dibaca sebagai salam hormat junior ke senior, sekaligus kode bahwa ia sedang mencari “restu simbolik”.
BACA JUGA:Aksi Jalanan Sepi, Mahasiswa Janji Gerakan Masih Hidup Meski Cuma di Medsos
Dalam caption unggahan, kunjungan itu disebut untuk mengucapkan ulang tahun langsung kepada SBY, disertai doa agar beliau sehat dan panjang umur. “Sekaligus berbincang ringan dan menyimak nasihat berharga dari Presiden terdahulu,” begitu bunyi keterangan yang dikutip pada Rabu, 10 September 2025.
Tapi tentu, di politik jarang ada kunjungan yang benar-benar “ringan”. Putra SBY, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), kemudian memastikan kalau obrolan itu tak cuma seputar tiup lilin. Menurutnya, Gibran dan SBY ikut membahas soal kondisi bangsa, terutama urusan ekonomi yang masih bikin rakyat mengelus dada.
“Tujuannya supaya Indonesia makin baik, terutama perihal kondisi ekonomi negara,” ujar AHY.
Dengan begitu, safari politik Gibran ke Cikeas akhirnya dibaca publik lebih dari sekadar kunjungan ulang tahun. Apalagi di saat tensi politik sedang naik turun akibat reshuffle kabinet, sinyal komunikasi lintas generasi ini terasa punya bobot simbolik.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-