Prabowo Subianto Akhiri Puasa 10 Tahun Indonesia Hadir di UNGA UNGA ke-80 Digelar di Markas PBB
Prabowo Subianto Hadir setelah 10 Tahun Indonesia Absen-ilustrasi-berbagai sumber
SEMARAKNEWS.CO.ID - Markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di tepi Sungai Timur, Manhattan, New York, kembali jadi pusat perhatian dunia.
Kompleks seluas 18 hektar itu kini dipenuhi ribuan diplomat, kepala negara, dan jurnalis yang meliput Sidang Majelis Umum PBB ke-80 (UNGA 80).
Gedung PBB yang berdiri sejak 24 Oktober 1949 memang dirancang sebagai simbol perdamaian global. Di dalamnya terdapat Ruang Trusteeship Council, salah satu ruang sidang utama yang ikonik dengan patung perempuan melambangkan kemanusiaan dan harapan.
Tahun ini, ruang tersebut akan kembali menjadi saksi berbagai perdebatan serius, mulai dari isu kemanusiaan hingga persaingan geopolitik.
Prabowo Subianto Akhiri Puasa 10 Tahun Indonesia Hadir di UNGA
Salah satu sorotan utama di UNGA 80 adalah kehadiran Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, yang akan menyampaikan pidato di hadapan 193 negara anggota. Kehadiran ini mengakhiri puasa 10 tahun di mana Presiden RI sebelumnya, Joko Widodo (Jokowi), tidak pernah hadir secara langsung.
Prabowo dijadwalkan tiba di New York pada 20 September 2025. Pada sesi general debate tanggal 23 September, ia akan berpidato di urutan ketiga, setelah Presiden Brasil dan Presiden Amerika Serikat. Format ini merupakan tradisi lama yang masih dijaga hingga kini.
“Urutan pidato memang sudah jadi tradisi. Brasil selalu pertama, disusul AS sebagai tuan rumah, lalu negara lain sesuai level kepala negara,” jelas Retno Marsudi, mantan Menlu RI.
Format dan Tradisi Pidato di UNGA
Di Sidang Umum PBB, setiap negara mendapat jatah tiga kursi di barisan depan: untuk kepala negara/pemerintahan, menteri luar negeri, atau wakilnya. Tiga kursi tambahan di belakang biasanya diisi pejabat lain seperti duta besar tetap di PBB.
Setiap negara diberi alokasi waktu maksimal 15 menit untuk menyampaikan pidato. Meski begitu, beberapa pemimpin dunia kerap melanggarnya. Rekor pidato terpanjang bahkan tercatat pada tahun 1960, ketika Fidel Castro berbicara selama 4,5 jam.
Isu Panas yang Diperkirakan Muncul di UNGA 80
Tema utama UNGA 80 adalah: “Better Together: 80 Years and More for Peace, Development and Human Rights”. Tema ini diangkat sebagai refleksi perjalanan PBB sekaligus peringatan bahwa dunia kini sedang menghadapi krisis serius.
Beberapa isu panas yang akan mewarnai pidato para pemimpin dunia antara lain:
-
Perang di Gaza
Konflik Israel–Palestina yang kian memburuk diperkirakan jadi topik paling hangat. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dijadwalkan berpidato pada 26 September. Sebaliknya, Presiden Palestina Mahmoud Abbas hanya bisa hadir lewat video karena ditolak visanya oleh AS. -
Perang Rusia–Ukraina
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy akan berusaha menggalang dukungan internasional, sementara AS di bawah Presiden Donald Trump disebut sedang menyiapkan strategi negosiasi dengan Rusia. -
Iran dan Program Nuklir
Dunia menanti perkembangan diplomasi terkait program nuklir Iran. Presiden Iran Masoud Pezeshkian dipastikan hadir. -
Suriah Pasca-Rezim Assad
Debut Presiden baru Suriah, Ahmed al-Sharaa, dipastikan menyita perhatian, apalagi ia memimpin HTS, kelompok yang masih masuk daftar sanksi PBB. -
Perubahan Iklim
Negara kepulauan kecil akan kembali mendesak aksi nyata membatasi pemanasan global hingga 1,5°C. -
Hak-Hak Perempuan
Sidang kali ini juga bertepatan dengan 30 tahun konferensi bersejarah Beijing 1995. Para pemimpin dunia akan mengevaluasi kemajuan (atau kemunduran) dalam isu kesetaraan gender. -
Krisis Sudan dan Ketegangan AS–Venezuela
Sudan disebut menghadapi salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia, sementara hubungan Washington–Caracas memanas akibat operasi militer di Karibia.
Pergantian Sekretaris Jenderal PBB, Siapa Kandidatnya?
BACA JUGA:Siap-siap Ngewar Promo KAI September 2025: Tiket Kereta Cuma Rp 80.000!
Selain isu-isu konflik, UNGA 80 juga menarik karena tahun depan PBB akan memilih Sekretaris Jenderal baru. Masa jabatan Antonio Guterres akan berakhir pada 31 Desember 2026.
Proses pemilihan sekjen melibatkan Dewan Keamanan PBB yang beranggotakan 15 negara. Kandidat yang dipilih harus mendapat restu dari lima negara pemegang hak veto: AS, Rusia, Cina, Prancis, dan Inggris. Setelah itu, barulah Majelis Umum dengan 193 anggota akan mengesahkan.
Indonesia di Panggung Global
Kehadiran Prabowo Subianto di Sidang Umum PBB ke-80 diharapkan memberi warna baru dalam diplomasi Indonesia. Apalagi, Prabowo punya latar belakang militer yang kuat dan reputasi sebagai pemimpin dengan gaya tegas.
Pidatonya nanti kemungkinan besar akan menyinggung isu perdamaian global, komitmen Indonesia pada Palestina, kerja sama ASEAN, serta posisi Indonesia dalam menghadapi krisis iklim.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-