Oracle Mau Investasi Rp98 Triliun Lewat Danantara, RI Siap Jadi Gudang Data Baru Asia Tenggara

Oracle Mau Investasi Rp98 Triliun Lewat Danantara, RI Siap Jadi Gudang Data Baru Asia Tenggara

Oracle siap gelontorkan Rp98 triliun lewat Danantara untuk pusat data dan AI, target jadikan Indonesia gudang data baru Asia Tenggara.-Foto: Euronews-

JAKARTA, Semaraknews.co.id – Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, lagi-lagi memamerkan “jualan besar” soal calon investor global yang melirik Indonesia.

Kali ini bukan nama sembarangan, melainkan Oracle Corporation, raksasa teknologi asal Amerika Serikat yang sudah malang melintang di dunia basis data, layanan cloud, dan kini jadi pemain serius di Artificial Intelligence (AI).

“Oracle Corporation yang dikenal sebagai pionir dalam basis data, layanan cloud, dan solusi Artificial Intelligence (AI), berencana berinvestasi di Indonesia,” kata Rosan lewat unggahan video di akun Instagram pribadinya, dikutip Senin, 22 September 2025.

Dalam video itu, Rosan tampak menjamu sejumlah bos Oracle di Wisma Danantara, Jakarta Selatan. Percakapannya bukan basa-basi, melainkan membahas bagaimana teknologi AI bisa memperkuat kedaulatan data, bikin sektor publik dan swasta lebih efisien, serta—ini yang pasti disukai publik—menciptakan lapangan kerja baru di bidang teknologi.

BACA JUGA:Qodari Jelaskan IKN Ibu Kota Politik: Kalau Cuma Ada Istana, DPR Mau Rapat Sama Siapa?

Rosan juga menekankan kalau langkah ini bagian dari akselerasi transformasi digital Indonesia menuju status negara maju.

Sedikit kilas balik, Oracle lahir pada 1977 di tangan Larry Ellison bersama dua rekannya, Bob Miner dan Ed Oates. Awalnya, perusahaan itu masih bernama Software Development Laboratories di Santa Clara, California, sebelum resmi berganti menjadi Oracle Corporation pada 1982. Sejak saat itu, Oracle menjelma jadi pemain global di dunia teknologi informasi, menyediakan layanan cloud, aplikasi bisnis, sampai data center yang menopang banyak perusahaan multinasional.

Nama besar Oracle tentu bukan barang baru di Indonesia. Perusahaan ini sudah punya jejak lewat pusat data yang mereka bangun, sejalan dengan tren migrasi data besar-besaran yang jadi nadi ekonomi digital. Bahkan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto beberapa waktu lalu mengonfirmasi bahwa sudah ada 12 perusahaan Amerika Serikat yang menanam investasi lewat pembangunan data center di Tanah Air.

“Sejauh ini, sudah 12 perusahaan Amerika Serikat mendirikan data center di Indonesia,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Kamis, 24 Juli 2025.

BACA JUGA:PKI dan Doa DN Aidit di Samping Patung Lenin

Oracle di Batam, Target 6 Miliar Dolar AS

Airlangga juga membocorkan lebih detail rencana ekspansi Oracle. Menurutnya, perusahaan itu saat ini masih bermain di colocation atau sewa lahan server di DayOne, Nongsa Digital Park, Batam. Namun, rencananya Oracle bakal menggandakan fasilitas itu dan mereplikasi model data center mereka yang sudah ada di Johor, Malaysia.

“Oracle sedang berbicara di Batam. Saat ini mereka colocation di DayOne (Nongsa Digital Park), tetapi akan melakukan ekspansi dan mereplikasi fasilitas yang ada di Johor, Malaysia. Target investasinya bisa mencapai 6 miliar dolar AS,” kata Airlangga.

Jika terealisasi, angka USD 6 miliar atau setara Rp98,4 triliun (kurs Rp16.400) ini jelas bukan investasi ecek-ecek. Jumlah segede itu bisa menjadikan Indonesia salah satu hub digital utama di Asia Tenggara, sekaligus memperlihatkan betapa besar tarikan pasar digital Nusantara.

Namun, di balik semua optimisme ini, publik tentu masih punya catatan. Investasi raksasa teknologi global seperti Oracle memang bisa jadi game changer, tapi juga bisa bikin Indonesia makin ketergantungan pada asing jika regulasi dan kedaulatan data tidak dikawal ketat. Pertanyaannya, apakah negara benar-benar siap memastikan bahwa keuntungan dari investasi puluhan triliun ini tidak hanya menguntungkan korporasi global, tapi juga masyarakat lokal?

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya