Arief Poyuono Comeback, Dulu Dipecat Gerindra, Kini Duduk Manis di Komisaris Pelindo

Arief Poyuono Comeback, Dulu Dipecat Gerindra, Kini Duduk Manis di Komisaris Pelindo

Arief Poyuono kembali muncul. Usai dipecat Gerindra, kini ia duduk manis sebagai Komisaris Pelindo. Kontroversinya segudang, kariernya berlanjut.-Foto: Tangkapan layar YouTube Total Politik-

JAKARTA, Semaraknews.co.id – Lama tidak terdengar setelah tersingkir dari lingkaran elite Gerindra, nama Arief Poyuono mendadak comeback dengan panggung baru. Kali ini bukan karena celetukan panas atau sensasi dadakan, melainkan kursi komisaris di perusahaan pelat merah bergengsi, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo.

Penunjukan yang berlaku sejak 21 September 2025 ini otomatis membuka kembali arsip lama soal jejak kariernya yang berliku, penuh warna, dan tentu saja dipenuhi kontroversi yang tak kalah heboh dibanding track record politisi lainnya.

Dari dulunya pramugara Merpati hingga jadi salah satu politisi paling cerewet di masanya, Poyuono memang selalu punya “drama”.

Di Pelindo, Arief akan duduk manis bersama nama-nama lain seperti Agus Suhartono yang menjabat Komisaris Utama.

BACA JUGA:Mahfud MD Ngaku Ditawari Menko Polkam, Jawabnya: Saya Tak Berkeringat untuk Prabowo

Dari gaduhnya panggung politik ke kursi komisaris BUMN yang lebih kalem, jelas ini bukan sekadar ganti jalur, tapi juga ujian apakah Arief bisa meredam gaya blak-blakan khasnya atau justru bakal bikin perusahaan pelabuhan ikut “bergelombang”.

Sebelum menjadi figur vokal Gerindra, Arief punya CV yang cukup unik: sempat kerja di perkebunan sawit, sempat juga jadi pramugara. Namanya baru benar-benar mencuat ketika memimpin Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu, yang membuatnya akrab dengan isu-isu perburuhan. Tapi tentu, “The Greatest Hits” Arief adalah kontroversinya:

  1. Menyamakan PDIP dengan PKI. Pernyataan “wajar PDIP disamakan dengan PKI” bikin geger, berujung laporan polisi, dan berakhir dengan permintaan maaf terbuka.
  2. Isu PKI dimainkan kadrun. Tahun 2020, ia menyebut kebangkitan PKI adalah hoaks yang “dimainkan oleh kelompok kadrun”. Gerindra sampai harus ikut turun tangan untuk menenangkan situasi.
  3. “Anak Boncel” untuk AHY. Saat Agus Harimurti Yudhoyono masuk bursa cawapres, Arief enteng saja menjulukinya “anak boncel” yang minim pengalaman. Ledakan kecil ini tentu langsung bikin panas hubungan dengan kubu Demokrat.

Kontroversi demi kontroversi akhirnya membuat Gerindra angkat tangan. Pada 2020, Arief dicopot dari posisi Wakil Ketua Umum karena dianggap terlalu liar dan sering bikin partai kerepotan.

BACA JUGA:Erros Djarot: Negeri Ini Disandera Ketum Partai, DPR Cuma Wayang

Bukan cuma karena nyinyir ke luar, tapi juga karena kadang terlalu akrab dengan lawan politik—bahkan sempat muji-muji Jokowi di saat Gerindra belum tentu sejalan.

Kini dengan kursi barunya di Pelindo, publik bertanya-tanya: ini tanda “penghargaan” untuk loyalitas lama, atau strategi untuk “mendinginkan” sosok vokal yang bisa sewaktu-waktu bikin gaduh? Satu hal pasti, dengan rekam jejak Arief, jabatan komisaris pun tak menjamin ia akan berhenti bikin headline.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya