BGN Jadi Barisan Gizi Nasionalis, Isinya Lebih Banyak Jenderal daripada Ahli Gizi

BGN Jadi Barisan Gizi Nasionalis, Isinya Lebih Banyak Jenderal daripada Ahli Gizi

Badan Gizi Nasional dikritik karena dipenuhi pensiunan jenderal, bukan ahli gizi. Program makan bergizi gratis justru menuai keracunan massal.-Foto: IG @koramil.0903.gununghalu-

JAKARTA, Semaraknews.co.id – Badan Gizi Nasional atau BGN lagi jadi sorotan besar setelah rentetan kasus keracunan massal dari menu Makan Bergizi Gratis atau MBG bikin geger di berbagai daerah. 

Catatan Koalisi Masyarakat Sipil menyebut sudah ada 6.432 orang yang jadi korban muntah-muntah dan masuk kategori keracunan per akhir September ini. Angka ini jelas bikin publik makin ragu soal kualitas pengawasan program.

Lembaga yang lahir di era Presiden Joko Widodo ini sekarang dipimpin oleh Dadan Hindayana, dibantu wakil kepala dan pejabat eselon satu.

Kalau dilihat dari situs resminya, mayoritas pejabat yang nongol di profil bukan ahli gizi melainkan purnawirawan tentara. Setidaknya ada lima eks jenderal TNI yang duduk manis di kursi pengambil keputusan BGN.

BACA JUGA:Rocky Gerung Walk Out dari Talkshow iNews, Katanya Cuma Forum Pabrik Kedunguan

Mayor Jenderal TNI (Purn) Lodewyk Pusung misalnya, dipercaya jadi Wakil Kepala BGN. Jenderal bintang dua ini dilantik langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada 21 Oktober 2024.

Ada juga Brigadir TNI (Purn) Sarwono yang menempati jabatan Sekretaris Utama BGN. Jejaknya pun tak jauh-jauh dari lingkaran Prabowo karena dulu pernah jadi Direktur Bela Negara di Kemenhan.

Nuansa militer makin kental dengan hadirnya Brigadir Jenderal TNI (Purn) Jimmy Alexander Adirman sebagai Inspektur Utama.

Lalu Brigadir Jenderal TNI (Purn) Suardi Samiran dipercaya mengurus penyediaan dan penyaluran, sementara Mayor Jenderal TNI (Purn) Dadang Hendrayudha mengawal pemantauan dan pengawasan. Dua nama terakhir ini juga merupakan eks anak buah Prabowo saat di Kemenhan.

BACA JUGA:Istana Ngotot MBG Jalan Terus, Anak Sekolah Dibiarkan Jadi Kelinci Percobaan

Meski begitu, BGN tetap kasih ruang buat profesional sipil. Igor Pangaribuan, eks Direktur SDM PT Timah, diplot sebagai Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola. Sedangkan Nyoto Suwignyo, mantan pejabat Badan Pangan Nasional, ditarik jadi Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama.

Belakangan Presiden Prabowo juga menambah dua nama baru di kursi wakil kepala BGN lewat reshuffle kabinet September lalu. Mereka adalah Nanik Sudaryati Deyang dan Brigadir Jenderal Polisi Sonny Sanjaya.

Kepala BGN Dadan Hindayana pernah buka suara soal kenapa strukturnya lebih banyak diisi tentara ketimbang ahli gizi. Menurutnya, program MBG butuh orang yang bisa bekerja cepat dan terbiasa dengan ritme lapangan.

"Kenapa kami dibantu oleh purnawirawan TNI, karena kami harus bekerja ekstra cepat sampai ke wilayah-wilayah,” kata Dadan saat rapat dengan Komisi IX DPR pada 31 Oktober 2024.

Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya