Media Israel Soroti Pidato Prabowo di PBB, Ucapkan “Shalom” dan Janji Akui Israel Jika Palestina Merdeka
Prabowo jualan solusi dua negara di PBB, Palestina diminta merdeka tapi Israel tetap diberi jaminan keamanan penuh.-Foto: IG @presidenrepublikindonesia-
SEMARAKNEWS.CO.ID - Pidato Presiden Indonesia Prabowo Subianto di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terus menjadi bahan perbincangan, bukan hanya di tanah air tetapi juga di dunia internasional.
Yang menarik, media Israel ikut menyoroti pidato tersebut, terutama ketika Prabowo mengakhiri sambutannya dengan kata “Shalom”, yang dalam bahasa Ibrani berarti perdamaian.
Media ternama Times of Israel menulis:
"Qatar, Yordania mengecam Netanyahu sebagai penghasut perang, ancaman regional; Indonesia mengucapkan ‘Shalom’."
Laporan itu menegaskan betapa berbeda pendekatan Indonesia dibandingkan dengan sejumlah negara lain. Di saat banyak pemimpin dunia melontarkan kritik keras terhadap Israel, Prabowo justru membawa narasi perdamaian.
Indonesia Akan Akui Israel Jika Palestina Diakui
BACA JUGA:Reformasi Polri Versi Prabowo, Waktu Tugasnya Lebih Pendek dari Masa Magang
Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan sikap Indonesia yang berpegang pada prinsip solusi dua negara. Menurutnya, Indonesia siap mengakui Israel jika Palestina lebih dulu diakui sebagai negara merdeka.
“Kita juga harus mengakui, kita juga harus menghormati, dan kita juga harus menjamin keselamatan serta keamanan Israel. Hanya dengan begitulah kita dapat mencapai perdamaian sejati,” ujar Prabowo.
Pernyataan ini sontak menjadi sorotan besar. Jerusalem Post bahkan membuat headline:
"Indonesia to recognize Israel if Palestinian state is recognized, country’s president says."
Media Israel itu juga menyoroti penggunaan kata “Shalom” oleh Prabowo yang dianggap sebagai pesan simbolik untuk perdamaian dunia.
Komitmen Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza
Tak hanya itu, Prabowo juga menegaskan kesiapan Indonesia untuk mengirimkan pasukan perdamaian ke Gaza pascaperang. Hal tersebut ia sampaikan baik di KTT PBB tentang solusi dua negara, maupun di sidang umum keesokan harinya.
Langkah ini dipandang sebagai bukti nyata bahwa Indonesia tidak hanya berkomentar, tapi siap ambil peran langsung di lapangan.
Pujian dari Para Pemimpin Dunia
Pidato Prabowo ternyata mendapat sambutan hangat dari sejumlah pemimpin negara. Presiden Amerika Serikat Donald Trump hingga Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memberikan pujian langsung kepada Presiden Indonesia tersebut.
Menteri Luar Negeri Sugiono yang mendampingi Prabowo mengungkapkan, pujian datang baik secara langsung maupun melalui pesan elektronik.
“Tadi setelah beliau berpidato, saya mendapat banyak pesan dari berbagai pimpinan negara ataupun lewat menlu negara lain yang memuji pidato Bapak Presiden,” kata Sugiono di Markas Besar PBB, New York.
BACA JUGA:IMOS 2025 Resmi Digelar: Hadirkan 60+ Merek Motor, Teknologi Terkini, dan Program Test Ride
Selain Trump dan Erdogan, Presiden Peru Dina Ercilia Boluarte Zegarra hingga Raja Yordania Abdullah II bin Al Hussein juga turut memberikan apresiasi.
Menurut Sugiono, intinya semua memuji karena pidato Prabowo dianggap mewakili suara mayoritas negara-negara berkembang yang menginginkan PBB tetap relevan dalam menjaga perdamaian dunia.
Pesan Perdamaian dan Harapan Baru
Dalam pidatonya yang disampaikan setelah Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Prabowo menegaskan bahwa dunia membutuhkan multilateralisme baru.
“Kita harus bertindak sekarang. Kita harus memperjuangkan tatanan multilateral di mana perdamaian, kemakmuran, dan kemajuan bukan hak istimewa segelintir, melainkan hak semua,” ujarnya.
Prabowo juga menyinggung keberhasilan Indonesia dalam mencapai swasembada beras, yang menurutnya bisa menjadi contoh bagaimana kemandirian pangan adalah kunci bagi perdamaian dan stabilitas global.
ADiplomasi Baru Indonesia di Mata Dunia
Jika ditarik ke belakang, sikap Indonesia soal Palestina selalu konsisten: mendukung penuh kemerdekaan Palestina. Namun di bawah Prabowo, terlihat ada pendekatan diplomasi baru yang lebih terbuka.
Dengan mengucapkan “Shalom” di panggung dunia, Prabowo mengirim sinyal bahwa Indonesia ingin berdiri sebagai penjembatan perdamaian, bukan sekadar pendukung salah satu pihak.
Hal ini bisa meningkatkan posisi Indonesia sebagai aktor penting dalam geopolitik Timur Tengah.
Temukan konten semaraknews.co.id menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-